Pria Ini Raup Untung Jutaan dari Budidaya Ikan Nila

0

Pertanianku – Ikan nila merupakan ikan konsumsi yang memiliki nilai jual tinggi. Hal ini karena permintaan ikan nila cukup tinggi. Ikan nila juga cukup populer di kalangan masyarakat terlebih ikan nila dijual dengan harga yang tidak terlalu mahal dan cukup terjangkau.

pria-ini-raup-untung-jutaan-dari-budidaya-ikan-nila

Telah banyak masyarakat yang tertarik membangun dan bergelut pada usaha budidaya ikan nila. Tidak sedikit pula para pembudidaya yang sukses dengan bisnis yang ia jalankan. Salah satu pembudidaya ikan nila yang telah sukses, yakni Marzuki, petani keramba ikan nila di Desa Aro, Muarabulian, Batanghari. Berkat kerja kerasnya selama ini, Marzuki kini memiliki ratusan unit keramba di bantaran Sungai Batanghari.

Berawal dari bantuan keramba dari pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Perikanan dan Kelautan, usaha yang digeluti Marzuki kini berkembang pesat. Dalam kurun waktu dua tahun, pria yang sehari-hari disapa Kindul itu sudah memiliki 31 unit keramba. Bahkan, ia sudah mampu membuka lapangan pekerjaan dengan merekrut tiga orang pemuda untuk dijadikan karyawannya.

“Awalnya saya menerima bantuan dua unit keramba dari Dinas Perikanan Provinsi Jambi sejak 2009 lalu. Dua tahun kemudian, usaha saya berkembang menjadi 31 unit,” kata Marzuki.

Marzuki menyebutkan jika seluruh keramba miliknya berisi ikan nila. Ikan nila dia pilih dengan alasan lebih cepat panen dibandingkan dengan ikan patin. Untuk satu keramba, berukuran 3 × 4 meter, diisi dengan delapan ribu bibit nila. Dalam waktu empat bulan, ikan sudah bisa dipanen dengan berat rata-rata lima ons.

“Dalam satu bulan minimal delapan keramba yang dipanen, hasil dari satu keramba kalau dihitung bersih setelah gaji karyawan dan pakan ikan mencapai Rp2 juta,” ungkap Marzuki.

Selain sibuk mengelola keramba miliknya, Marzuki yang menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Rizki III selalu memperhatikan kesejahteraan anggotanya. Dua puluh orang anggota yang tergabung dalam Kelompok Tani Rizki III rutin diberikan subsidi pakan.

“Anggota saya juga sudah rata-rata sukses. Mereka yang semula hanya memiliki dua unit keramba bantuan, saat ini sudah memiliki 4—6 unit keramba,” lanjutnya.

Usaha keramba yang ditekuni Marzuki bersama kelompok taninya merupakan program Dinas Perikanan Provinsi Jambi yang berhasil di Kabupaten Batanghari. Keberhasilan Marzuki bahkan telah mendapat penghargaan pada 2010 lalu. Dia diajak Distributor Comfeed Jambi, Guantoyo, melakukan studi banding di tiga negara ASEAN seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Selama mengunjungi tiga negara itu, Marzuki mendapatkan berbagai ilmu dalam mengembangkan usaha ikan khususnya ikan nila. Ilmu itu kemudian diaplikasikannya di Desa Aro, usahanya perlahan meningkat dari 31 unit menjadi 100 unit di 2012.

“Kalau saat ini keramba saya sudah lebih dari 100 unit, ini tidak lepas dari studi banding ke luar negeri,” bebernya.

Usaha perikanan di luar negeri berbeda jauh dengan yang ada di dalam negeri. Petani ikan di luar negeri sangat memperhatikan aspek yang berhubungan dengan budidaya ikan, mulai dari keramba, pakan dan pemasaran.

“Pokoknya jauh beda dengan yang ada di dalam negeri,” ucapnya.

Usaha budidaya ikan nila di bantaran Sungai Batanghari telah membuat ekonomi Marzuki jauh lebih baik dari sebelumnya. Bayangkan saja, dari satu unit keramba, dia bisa mendapat keuntungan bersih dua juta rupiah. Kalau dikalikan 100 unit, Marzuki akan mendapat keuntungan Rp200 juta.

loading...
loading...