Harga Cabai Rp55.000/kg di Pasar Induk Kramat Jati


Pertanianku – Menjelang akhir tahun, harga komoditas pangan khususnya cabai semakin melonjak. Contohnya, di Pasar Induk Kramat Jati, harga cabai mencapai Rp55.000 per kg. Namun, mahalnya harga cabai tak lantas diimbangi oleh kualitas.

pedagang-di-pasar-induk-kramat-jati-cabai-berbakteri

Salah seorang pedagang cabai, Mul menuturkan, harga cabai terus berubah-ubah. Kemarin, harga cabai Rp40.000, dan sekarang sudah Rp55.000 per kg.

Update harga ini pun disampaikan langsung pada Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita saat melakukan sidak di Pasar Induk Kramat Jati.

“Harga cabai enggak stabil Pak, karena cuaca. Stok ada tapi kalau cuaca hujan mempengaruhi pengiriman. Waktu mau panen di daerah hujan, kalau dipaksakan memetik misalnya, waktu sampainya jadi telat, cabai kan enggak tahan lama,” ungkapnya di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, seperti dilansir dari Okezone (16/12).

“Harga ini belum sampai di eceran ya Pak. Saya belum tahu kalau di sana. Sekarang saja sudah Rp55 ribu-an di sini. Ini juga hasilnya kurang bagus juga,” lanjutnya.

Mul melanjutkan, cuaca ekstrem juga memengaruhi kualitas cabai. Bahkan, banyak cabai yang terkena bakteri dengan jenis patek.

Jenis bakteri ini mempercepat pembusukan cabai dan ketika satu cabai terkena patek, bisa menjalar ke semua cabai.

“Kalau dimakan saya tidak tahu pasti. Tapi kalau dari perjalanan pengiriman ada cabai yang terkena patek bisa nular kesemuannya,” ucapnya.

Baca Juga:  Mentan Amran, Sang Penyelamat Petani
loading...
loading...