Yuk, Lihat Potensi Besar Usaha Pendederan Ikan Bandeng Bernilai Fantastis

0

Pertanianku – Ikan bandeng adalah jenis ikan konsumsi utama di Indonesia yang paling banyak diminati, baik secara langsung maupun menjadi olahan. Budidaya ikan ini telah lama dikenal oleh petani dan saat ini telah berkembang di hampir seluruh wilayah perairan Indonesia, baik dilakukan tradisional maupun modern.

yuk-lihat-potensi-besar-usaha-pendederan-ikan-bandeng-bernilai-fantastis

Karsono, salah seorang pelaku usaha pendederan/pembibitan bandeng di bilangan Marunda, Jakarta Utara, mengatakan, dibandingkan usaha pembesaran, budidaya pendederan bandeng lebih menguntungkan. Ini karena modal yang dikeluarkan untuk pendederan lebih sedikit daripada usaha pembesaran.

Selain itu, Karsono menjelaskan waktu yang diperlukan juga lebih singkat dari pembesaran, yakni hanya sekitar 30 hari benih atau nener pun siap jual. Lain halnya dengan usaha pembesaran bandeng membutuhkan waktu hingga 4 bulan. Namun, tentu saja dalam usaha pendederan, perawatan benih harus lebih intensif karena lebih banyak terpengaruh cuaca dibandingkan usaha pembesaran.

“Bagi pemula yang tak ingin ambil risiko besar sebaiknya memilih usaha pembesaran, karena pemeliharaan pada usaha pembesaran lebih mudah dibanding pendederan atau pun pembenihan Bandeng. Namun, biaya produksinya lebih besar karena harus membangun banyak kolam dan lainnya. Pada usaha pembenihan khususnya pendederan, selain dibutuhkan ketelatenan dan perhatian yang khusus untuk perawatan nener, pengadaan kolam bisa diefektifkan. Waktu panen pada usaha pembenihan juga lebih cepat dibanding dengan pembesaran,” jelas Karsono, seperti dikutip Kompas.

Benih bandeng dijual Karsono dengan harga beragam, menyesuaikan ukuran benih. Selama ini, kata dia, ukuran benih bandeng yang paling diminati 5—6 cm yang dijual Karsono seharga Rp 150—200/ekor. Harga jual tersebut belum termasuk ongkos kirim yang disesuaikan dengan jarak daerah tujuan.

“Untuk ukuran sih relatif, tergantung permintaan pembeli. Rata-rata kita banyak menjual yang ukuran 5—6 cm. Kalau ukuran 10 cm biasanya diminati petani pembesaran bandeng di laut,” ujarnya.

Dan kini, lewat usaha pendederan bandeng, Karsono mampu mendulang untung dari modal minim ketika memulai usaha. Karsono saat itu memulai usaha dengan modal Rp5 juta, dan sekarang ia mampu mengantongi omzet per bulan sebesar Rp50 juta dengan keuntungan 80%.

loading...
loading...