Harga Daging Tinggi Omzet Pedagang Terus Turun

Pertanianku – Dua minggu terakhir harga daging sapi di pasar tradisional di Sukabumi, Jawa Barat sekitar Rp120.000 per kg. Kondisi tersebut menyebabkan omzet penjualan para pedagang terus mengalami penurunan.

kebutuhan-daging-sapi-diprediksi-tak-mencukupi-hingga-awal-2017

“Harga daging sapi mahal akibatnya penjualan sepi,” kata pedagang daging sapi di Pasar Cibadak, Kecamatan Cibadak, Sukabumi Suhendi, belum lama ini, sebagaimana dikutip Republika (29/12). Saat ini dalam sehari ia hanya bisa menjual maksimal sebanyak 10 kg daging.

Sebelumnya kata Suhendi, ia masih bisa menjual di atas jumlah tersebut. Saat ini ungkap dia, di Pasar Cibadak secara keseluruhan hanya memotong tiga ekor sapi per hari. Untuk menghabiskan satu ekor sapi saja dibutuhkan waktu tiga hari. Normalnya dalam sehari memotong sebanyak sepuluh ekor hingga 20 ekor sapi per hari.

Menurut Suhendi, idealnya harga daging sapi kembali normal mencapai Rp65.000 per kilogram. Hal ini karena jika terus bertahan di Rp120.000 per kg, cukup berat bagi pedagang untuk menjualnya.

“Kenapa daging kurang laku, salah satunya karena pedagang baksonya beralih menggunakan daging ayam,” ungkap Suhendi.

Masih mahalnya harga daging sapi di pasaran membuat daya beli masyarakat masih rendah. Rata-rata warga membeli daging sebanyak seperempat kilogram hingga satu kilogram. Terkecuali untuk warga yang tengah menggelar hajatan, jumlah pembelian jauh lebih banyak. “Saya berharap harga daging murah seperti dulu,” lanjutnya.

Salah seorang warga Cibadak, Nina mengatakan, mahalnya harga daging sapi memang menyebabkan sebagian warga mengurangi jumlah pembelian.

“Harganya masih mahal sehingga sebagian warga tak mampu membelinya,” ujarnya. Ia juga berharap, harga daging sapi bisa turun seperti yang dijanjikan pemerintah.

loading...
loading...