Peluang Bisnis Budidaya Ikan Arwana Hasilnya Fantastis

Pertanianku – Seorang pria bernama Sriyadi memutuskan memiliki usaha sampingan dengan menjalankan bisnis budidaya ikan arwana. Hal tersebut karena ikan arwana memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, serta ikan ini banyak disukai oleh para pecinta ikan. Bahkan, saat ini peminat ikan arwana semakin bertambah.

peluang-bisnis-budidaya-ikan-arwana-hasilnya-fantastis

Pada mulanya Sriyadi terjun di dunia usaha dengan menjalankan beberapa jenis bisnis, Sriyadi kerap menghadapi kendala dan kurang berhasil, ia tak putus asa. Ia terus mencari bisnis yang cocok dengannya.

“Beberapa bisnis sampingan yang pernah saya geluti di antaranya bisnis budidaya itik, apotik, dan jual beli mobil. Namun bisnis sampingan tersebut banyak yang gagal. Akhirnya pada 2001 saya beralih ke agribisnis ikan arwana super red karena tak mau ikut-ikutan seperti orang lain yang kala itu sedang booming ikan louhan,” kata Sriyadi, seperti dilansir Jitunews.

Pada awal usaha, Sriyadi mengungkapkan, untuk memulai bisnis arwana yang berumur panjang memang tak mudah. Pasalnya, pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah ini, rela merogoh kocek hingga Rp800 juta untuk memulai bisnisnya. Selain modalnya yang terbilang besar, teknis pembudidayaan, serta perawatan ikan jenis predator ini juga tergolong sulit.

Dikatakan Sriyadi, tidak seperti ikan hias dan ikan konsumsi lain, harga jual ikan arwana dinilai cukup stabil dan tidak mudah anjlok. Dengan harga yang cukup atraktif tersebut, arwana cocok dijadikan lahan investasi. Umur hidupnya yang cukup panjang (35—40 tahun) memberi kesan ikan ini kekal/abadi.

“Selain penampilannya yang menarik dan prestisius, arwana dicari karena dipercaya sebagian orang bisa membawa keberuntungan dan bisa melindungi sang pemilik dari roh jahat dan nasib buruk. Orang yang memeliharanya untuk dibesarkan tidaklah rugi, karena makin besar ikannya makin mahal harganya. Jarang orang yang bosan memelihara dan memiliki arwana,” beber Sriyadi.

Dari pengalaman Sriyadi, ketersediaan indukan arwana cukup sedikit, tidak seperti ikan konsumsi. Dalam setahun hanya 1—2 kali perkawinan. Jarang sekali yang bertelur sampai 3 kali setahun. Dari satu ekor indukan hanya menghasilkan 40—50 telur dengan 70% berhasil hidup untuk dipelihara.

Sriyadi menuturkan, jika seseorang ingin membangun usaha arwana komersial dengan membuka usaha perdagangan ikan hias arwana (trader), modal yang diperlukan sekitar ± Rp100 juta untuk pengadaan akuarium 10 unit (± Rp40 juta) dan pengadaan anakan arwana 10 ekor (± Rp60 juta). Karena merupakan ikan hias, ia katakan harga yang dipatok bukan saja dari biaya produksi, melainkan berdasar nilai estetika.

“Persaingan bisnis arwana memang tak seketat seperti bisnis lain, namun diperlukan kesabaran, keuletan, dan pengalaman lebih untuk mengurus arwana, terutama jenis super red,” ungkap Sriyadi.

Sriyadi mengatakan lebih lanjut, bahwa usaha budidaya ikan arwana merupakan usaha tahunan. Sebab, omzet yang diraihnya baru bisa dihitung setelah setahun menjalankan usaha. Ia mengaku, dalam setahun dirinya bisa menjual 600 ekor arwana dengan omzet mencapai Rp3 miliar, sedangkan keuntungan bersihnya hanya 30% dari omzet. Sungguh menggiurkan bukan?

Bagaimana, Anda tertarik untuk mengikuti jejak Sriyadi menjalankan bisnis budidaya ikan arwana?

loading...
loading...