BPS: Kenaikan Harga Cabai Rugikan Petani

Pertanianku – Memasuki awal 2017, beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan. Salah satu komoditas pangan yang naik adalah cabai rawit yang saat ini harganya tinggi. Jika dibandingkan dengan beberapa harga komoditas pangan lainnya, harga cabai rawit menduduki peringkat tertinggi. Namun, inflasi terbilang cukup rendah.

BPS Kenaikan Harga Cabai Rugikan Petani

Menurut catatan BPS, andil kenaikan cabai rawit terhadap inflasi tercatat sebesar 0,42%. Hal ini disebabkan sebagian besar masyarakat masih mengonsumsi cabai merah yang sudah mulai mengalami penurunan.

“Walaupun harga naik untuk konsumsi cabai rawit sepertiga cabai merah. Sekarang cabai merah yang turun jadi inflasi tertarik ke bawah,” jelas Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo, seperti dilansir dari Okezone (5/1/2017).

Pemerintah diimbau untuk selalu waspada dengan fluktuasi harga cabai saat ini. Sebab, kenaikan harga cabai bisa saja berdampak pada semakin banyaknya petani menanam cabai. Akibatnya, harga cabai bisa saja menurun pada awal dan pertengahan 2017 sehingga dapat merugikan petani.

“Jadi cabai juga ini banyak yang tanam karena harga tinggi. Kita khawatir Januari—Februari turun tajam. Sekarang Rp50.000, kalau Rp20.000 akan anjlok sekali. Memang inflasi turun tapi pendapatan petani turun. Jadi harus diwaspadai,” ucap Hadi.

loading...
loading...