Bisnis Sarang Walet Omzetnya Menjanjikan, Lho!


Pertanianku – Anda berminat menjadi seorang wirausaha atau bahkan Anda ingin memiliki usaha sampingan yang mempunyai prospek tinggi? Solusinya adalah bisnis sarang walet. Menjalankan usaha agribisnis masih sangat berpeluang di tahun ini. Beberapa orang yang telah menekuni usaha ini dapat meraup omzet yang cukup besar. Bahkan, usaha sarang walet ini berpeluang ke pasar internasional.

Seperti Wahid, salah seorang wirausaha asal Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Selatan, menekuni bisnis sarang walet. Berkat bisnis inilah kehidupannya semakin sejahtera.

Melihat prospek yang sangat menjanjikan dari sarang walet ini, Wahid mulai mencoba merintis usaha sarang walet dengan merogoh kocek untuk modal awal sekitar Rp200 juta. Modal tersebut dibelikan peralatan penunjang dan sebuah gedung untuk menghasilkan sarang walet.

Wahid membangun rumah sarang walet di bangunan 3 tingkat berukuran 7 × 5 m setinggi 11 m. Rumah walet tersebut dilengkapi amplifire dan 100 pengeras suara kecil untuk melantangkan suara-suara rekaman “cericit”.

“Ada enam speaker dipasang di luar yang dinyalakan pukul 05.30—19.00 untuk mengundang burung walet agar mau bersarang di gedung,” jelas Wahid.

Dua tahun pertama setelah gedung itu berdiri, sarang yang bisa dikumpulkan Wahid paling banyak 8 ons. Secara bertahap, seiring dengan banyaknya burung yang bersarang di gedung itu, kini sekali panen Wahid bisa mendapat 3—4 kg sarang walet.

Sarang walet yang dijual Wahid terdiri atas beberapa jenis. Sarang walet berbentuk mangkuk dibanderol seharga Rp7 juta per kg. Sarang berbentuk sudut atau L harganya Rp4 juta per kilogram. Adapun patahan sarang walet harganya Rp3 juta per kg, sedangkan remukan sarang walet Rp1,5juta per kg.

“Dalam setahun saya bisa panen 3—4 kali dengan total pemasukan mencapai Rp25 juta,” tutur Wahid.

Baca Juga:  Budidaya Tokek Itu Gampang, Begini Caranya!

Bahkan dari usaha yang Wahid jalani ini mampu membayai sekolah ketiga anaknya di bangku SD, SMA, dan perguruan tinggi.

loading...
loading...