Sukses Berkat Usaha Gula Merah

Pertanianku – Usaha gula merah sepertinya memiliki prospek yang cukup menjanjikan jika ditekuni. Hal ini terbukti oleh seorang pria asal Lampung Timur bernama Heri menjadi salah satu produsen dan distributor yang memasok kebutuhan gula merah di Provinsi Lampung, dan Palembang.

Dengan memiliki lebih dari 250 orang petani penderes gula merah dan 25 agen gula merah, Heri mampu memasarkan sekitar 20 ton gula merah per minggunya. Total omzetnya dalam sebulan mencapai Rp500 juta—Rp600 juta, dengan laba bersih sekitar 30%.

Awalnya Heri hanyalah seorang pengepul gula merah, serta memiliki usaha pembuatan tempe yang ia lakukan di rumahnya. Berkat kerja keras dan kegigihannya, Heri saat ini telah berhasil berkat usaha gula merah yang telah lama ia jalankan. Pasalnya, permintaan akan gula merah di Bandar Lampung sangatlah tinggi. Oleh sebab itulah, Heri tertarik menekuni usaha ini.

Prospeknya ia lihat masih menarik dan belum banyak pengepul gula merah. Ia pun tertarik untuk berkecimpung sebagai pengumpul gula merah, dan meninggalkan usaha produksi tempe yang ia jalani. Oleh karena itu, pada 2000, Heri mulai keliling Lampung Timur untuk mengumpulkan gula merah dari petani alias para penderes.

“Saat itu saya bisa mengumpulkan hingga 70 kg per hari,” ujar Heri, seperti dikutip Kompas (3/1/2017).

Harga gula merah saat itu masih sekitar Rp2.000 per kg. Dalam sehari, ia bisa mengumpulkan omzet Rp100.000—Rp140.000. Adapun laba yang diperoleh hanya Rp200—Rp300 per kg.

Heri pun terus terpacu untuk meningkatkan skala usahanya. Ia ingin meningkatkan kuantitas gula merah yang dikumpulkan dari para penderes. Untuk tambahan modal, ia lalu menggadaikan sepeda motornya.

Maklumlah, untuk mengumpulkan jumlah gula merah yang lebih banyak, ia harus memiliki modal yang cukup besar. Supaya penderes tidak lari ke pengepul lain, ia kadang membayar di muka.

Dengan sistem itu, ia berhasil menggaet lima orang penderes yang rutin memasok gula merah kepadanya. Setiap minggu, para penderes memasok 3—4 ton gula merah.

Seiring meningkatnya jumlah gula merah yang ia jual, Heri pun mulai memiliki agen gula merah sehingga tak perlu bersusah payah mengumpulkan gula merah sendiri.

Namun, untuk tetap bertahan di bisnis ini, Heri harus menjadi pengepul yang besar. Maklum, persaingan antar pengepul cukup ketat. Untuk itu, ia harus menjaring lebih banyak agen dan penderes gula merah.

loading...
loading...