Kementan Ingin Produksi Padi RI Capai 10 Juta Ton

0

Pertanianku – Guna mendongkrak produksi padi, Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, akan menambah Luas Tambah Tanam (LTT) yang bertujuan untuk dapat menghasilkan 3 juta ton dalam dua bulan mendatang. Hingga saat ini telah tersedia sekitar 6,5—6,6 juta ton padi dalam negeri.

“Kalau kita tambah 3 juta lebih itu kita target 10 juta, dulu hanya 8 juta,” kata Mentan, seperti dilansir Republika (01/02).

Itu artinya selama tiga bulan ke depan Kementan perlu meghasilkan sediktinya 1 juta ton padi per bulan. “Nggak boleh di bawahnya kalau tidak ingin terjadi paceklik di Indonesia,” lanjut Amran.

Peningkatan LTT juga digenjot untuk dilakukan terhadap komoditas bawang yang tidak boleh di bawah 13 ribu hektare per bulan. Itu untuk menjaga agar pemerintah tidak melakukan impor. Begitu juga dengan produksi jagung yang dijaga agar tidak di bawah 400 ribu hektare per bulan.

Mentan mengatakan bahwa hal tersebut merupakan hasil dari dilakukannya evaluasi harian. Diakuinya, dengan melakukan evaluasi harian pihaknya dapat mengetahui apa yang dibutuhkan dan terjadi pada komoditas pertanian dalam tiga bulan kemudian.

Lulusan Universitas Hasanuddin tersebut melanjutkan, monitoring harian dilakukan untuk seluruh tanaman pangan, perkebunan, dan juga peternakan. “Kita monitor harian bukan lagi mingguan,” paparnya.

Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Kementan Sumardjo Gatot Irianto mengatakan, LTT padi pada September—Oktober yang didedikasikan untuk panen Januari menghasilkan sekitar 900 ribu hingga 1 juta ton. Angka tersebut cukup besar meski ia masih berharap terjadi peningkatan pada bulan selanjutnya mencapai 1,6 juta atau 1,7 juta ton.

Bahkan, pertanaman November lalu diakuinya akan menghasilkan sekitar 1,6 hingga 2 juta ton pada panen Februari nanti. Gatot mengatakan, dengan adanya stok, kebutuhan masyarakat akan terpenuhi dengan baik tanpa perlu melakukan impor.

Namun, Bulog juga memiliki peran besar untuk menyerap hasil produksi dan mendistribusikannya kepada masyarakat. “Barang ada, kita maksimalkan serapan Bulog. (Saat ini) kami sedang kejar luas tanam,” Jelas Amran.

loading...
loading...