Melirik Prospek Budidaya Ikan Sidat


Pertanianku – Peluang bisnis di sektor perikanan seperti ikan sidat masih sangat terbuka lebar. Hal ini karena permintaan yang besar diiringi harga yang cukup tinggi. Jadi, tidak heran jika budidaya ikan sidat memiliki prospek yang cukup cerah.

Di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pembudidaya ikan sidat yang sukses adalah Donny Nobri Dwiyanto. Untuk membudidayakan ikan sidat ini, Doni mendatangkan benih ikan sidat atau glass eel, dari nelayan di Pantai Sidem, Tulungagung, seharga Rp2,5—Rp7 juta per kilogram, yang berisi 7 ribu hingga 8 ribu ekor benih sidat.

“Selama ini untuk mendapatkan benih sidat masih mengandalkan tangkapan dari alam. Kami membelinya dari nelayan Pantai Sidem, karena benih sidat masih belum dapat dibudidayakan sendiri,” kata Donny.

Ikan sidat adalah salah satu jenis ikan yang bentuknya mirip belut, tapi bedanya, ikan sidat hidup di air bukan di lumpur. Selain itu, ikan sidat mempunyai sirip di dekat kepalanya. Untuk proses adaptasi kehidupan benih sidat atau glass eel, dari air laut menjadi air tawar, Donny menyediakan kolam khusus yang berisi air tawar yang kemudian diberi garam tanpa yodium, agar air menjadi payau.

Selanjutnya, benih sidat dimasukkan ke kolam air payau buatan itu. Setelah benih sidat beradaptasi hidup di air payau, baru dipindahkan di kolam air tawar.

“Proses adaptasi ini umumnya memakan waktu 1 bulan, dan dalam proses adaptasi ini, glass eel diberi makan cacing sutera, setelah beradaptasi dan terbiasa hidup di air tawar, sidat bisa dipindahkan di kolam pembesaran,” jelas Donny.

Agar cepat besar, ikan sidat diberi makan campuran tepung ikan dan vitamin. Dengan sirkulasi air yang bagus dan pakan yang bergizi, ikan sidat dapat dipanen setelah berumur 8 bulan hingga 1,5 tahun, tergantung besar kecil ukuran sidat yang diinginkan.

Baca Juga:  Ternyata Ini yang Menyebabkan Ikan Jadi Beracun!

Saat ini harga ikan sidat berkisar antara Rp60.000—Rp245.000 per kg, yang rata-rata terdiri atas 3—4 ekor ikan. Untuk ekspor ke negara Jepang saja permintaan sidat per minggu sampai 500 kg.

“Dan kami belum mampu memenuhi permintaan sebanyak itu, belum lagi permintaan dari negara-negara lain,” tutur Donny.

loading...
loading...