Cuaca Buruk, Nelayan Jembrana Tak Bisa Melaut


Pertanianku – Cuaca buruk yang terjadi belakangan membuat para nelayan di Kabupaten Jembrana, Bali, tidak bisa melaut untuk mencari ikan. Padahal, hanya mencari ikan-lah mata pencahariannya. Alhasil, para nelayan yang tidak melaut akibat cuaca buruk tidak mendapat penghasilan.

“Bagaimana mau melaut, angin kencang bercampur hujan lebat, membuat laut jadi tidak bersahabat,” kata Gusnadi seorang nelayan asal Desa Air Sumbul, Kecamatan Mendoyo, seperti melansir Republika (31/1).

Para nelayan memilih memarkir jukungnya ke darat, karena kalau memaksakan diri melaut hanya akan sia-sia. Ada beberapa nelayan yang mencoba untuk melaut, tapi baru satu jam di laut, mereka kembali lagi. “Gelombang besar, tidak bisa menangkap ikan,” lanjut Gusnadi.

Di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, hal serupa dialami para nelayan setempat. Sudah hampir setahun terakhir ini menurut M. Kamil, para nelayan tidak melaut lagi, bahkan sebagian nelayan sudah beralih profesi.

Beberapa nelayan, setahun terakhir ada yang mencoba menangkap ikan dengan menggunakan perahu fiber kecil, tetapi gagal. Mereka lalu berupaya menggunakan perahu fibernya untuk mengundang ikan dengan menggunakan cahaya lampu petromaks. Setelah ikan berkumpul di sekitar perahu, mereka menghubungi perahu seleret untuk menangkap ikan-ikan itu.

“Usaha ini sempat membuahkan hasil, dimana pemilik perahu seleret dan perahu fiber kemudian berbagi hasil tangkapannya,” kata Kamil.

Tapi sejak empat bulan terakhir, tatkala nelayan yang mengoperasikan perahu fiber semakin banyak jumlahnya, ikan-ikan di laut tidak muncul lagi. Mungkin sebut Kamil, karena terlalu banyak perahu fiber, laut menjadi sangat terang dengan cahaya lampu, dan ikan enggan muncul ke permukaan.

“Pokoknya kondisi nelayan sekarang ini sedang sulit. Sejumlah pabrik pengalengan ikan yang ada di Desa Pengambengan kini malah mendatangkan ikan dari Jawa Tengah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Destinasi Wisata Kopi di Lampung, Seperti Apa Ya
loading...
loading...