Mendag: Kebijakan Impor Gula Mentah Dikritik


Pertanianku – Kebijakan impor gula mentah sepertinya masih menjadi polemik berkelanjutan. Seperti belum lama ini Anggota Komisi VI Fraksi PAN Nasril Bahar mengkritik kebijakan impor gula mentah 400 ribu ton yang dilakukan Menteri Perdagangan. Hal ini dinilai bisa menggagalkan program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

“Saya melihat Mendag tidak punya keinginan baik untuk menyukseskan kebijakan swasembada pangan khususnya gula sebagaimana dicanangkan pemerintah Presiden Jokowi,” jelas Nasril dalam keterangan tertulisnya, seperti melansir Antaranews (8/2).

Nasril mengatakan, kebijakan Mendag membuka keran impor 400 ribu ton raw sugar atau gula mentah untuk diolah menjadi gula kristal putih oleh perusahaan swasta tertentu untuk selanjutnya dijual sebagai gula konsumsi publik adalah keliru. Dia menilai impor raw sugar itu seharusnya hanya diperuntukkan untuk industri makanan minuman, bukan dijadikan gula putih yang dijual langsung. “Kebijakan Mendag ini cenderung menguntungkan pihak swasta tertentu,” tambahnya.

Anggota Komisi VI Fraksi Gerindra Abdul Wachid menilai kebijakan Mendag itu berpotensi merugikan petani tebu dalam negeri. Dia mengibaratkan kebijakan itu seperti buah simalakama, satu sisi bisa menguntungkan importir tertentu, di sisi lain berpotensi besar menyengsarakan petani tebu. “Kebijakan Mendag impor raw sugar bukan hanya membahayakan dari sisi ekonomi tapi juga politik,” lanjutnya.

Abdul Wachid mengingatkan bahwa kebijakan impor gula mentah bisa memengaruhi stabilitas politik terutama jumlah petani tebu sebagai pemasok bahan baku pembuatan gula ke pabrik di Pulau Jawa jumlahnya cukup banyak.

Sebelumnya pemerintah memutuskan menambah kuota impor gula mentah atau raw sugar sebanyak 400 ribu ton, untuk memenuhi kebutuhan pasar konsumsi dalam negeri akibat turunnya produksi.

“Untuk mengisi kekurangan produksi, harus diimpor untuk diolah menjadi gula kristal putih. Penugasan itu diberikan langsung ke produsen, untuk tahap pertama 400 ribu ton gula mentah,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Baca Juga:  Pemerintah Targetkan 8,8 Juta Petani Mendapatkan Kartu Tani
loading...
loading...