Anda Punya Waktu Luang? Yuk, Belajar Menanam Timun Suri Organik!


Pertanianku – Timun suri merupakan tumbuhan musiman penghasil buah dari suku labu-labuan (Cucurbitaceae). Tahukah anda, timun suri sesungguhnya lebih mendekati tanaman melon, semangka, dan blewah dibanding mentimun?

anda-punya-waktu-luang-yuk-belajar-menanam-timun-suri-organik

Timun suri mengandung kalium yang cukup tinggi sehingga sangat bermanfaat untuk menjaga kesegaran tubuh. Timun suri kaya akan provitamin A, berfungsi sebagai anti-oksidan alami pencegah rusaknya sel tubuh. Selain itu, memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Selain vitamin, buah ini kaya dengan mineral esensial seperti kalsium, fosfor, dan zat besi.

Timun suri kini semakin diminati pasar lokal dan banyak petani mencoba membudidayakan tanaman buah ini. Jika Anda tertarik dengan budidaya timun suri, tentu Anda harus mengetahui berbagai hal penting tentang cara budidaya timun suri sehingga bisa mendapatkan hasil panen yang optimal.

Terdapat sebuah riset yang telah dilakukan di Laboratorium Biologi Genetika UGM mengatakan bahwa timun suri memiliki kromosom inti selnya 2n=24, sedangkan mentimun 2n=14. Bentuk daunnya lebih membulat seperti melon, sedangkan mentimun meruncing. Bijinya juga demikian, lebih pendek seperti melon.

Anda bisa menanam timur suri organik yang tentunya akan lebih sehat jika dikonsumsi. Berikut tata cara menanam timur suri organik dengan mudah.

Pengolahan lahan

Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk menanam timun suri adalah melakukan pengolahan tanah dengan cara mencangkulnya. Setelah tanah dicangkul, proses selanjutnya adalah membuat bedengan. Lakukan pembuatan lubang tanam berukuran 1 × 1 meter, masukkan pupuk kompos atau pupuk kandang dalam tiap lubang masing-masing sekitar 1 kg, lalu diamkan selama 2 hari.

Penanaman benih

Penanaman dilakukan setelah tanah yang diberi pupuk dibiarkan selama 2 hari. Masukkan benih sebanyak 2 biji ke setiap lubang tanam, kemudian tutup dan siram secara teratur sampai tanaman tumbuh. Biasanya tanaman tumbuh secara serempak pada 7 hari setelah tanam. Jika ada yang belum tumbuh sampai umur tersebut, lakukan penyulaman.

Baca Juga:  Nutrisi Berlimpah dari Buah Pir Kurangi Risiko Kanker Usus

Benih biasanya dipakai minimal 1 tahun setelah diproduksi, kekuatannya tergantung pada perawatan dan penyimpanan benih. Biasanya benih bisa digunakan hingga 1,5 tahun.

Proses penanaman

Pada umur 7 hari setelah tanam lakukan penyiangan. Tanaman yang sudah dewasa mampu bersaing dengan gulma. Bahkan jika sudah berbuah, gulma ini menguntungkan karena menjadi alas antara buah dan tanah. Dengan begitu, buah tidak berhubungan langsung dengan tanah dan terhindar dari serangan cacing dan hewan-hewan yang berasal dari dalam tanah.

Timun suri merupakan tanaman yang bandel dan tahan kekeringan. Oleh karena itu, penanganannya tidak terlalu sulit dan tidak perlu disiram secara rutin.

Pemanenan

Umur tanaman timun suri dari mulai tanam hingga panen pertama berkisar 60—75 hari, tergantung dari varietas benih. Panen dilakukan secara bertahap hingga 10 kali pengambilan.

Bagaimana, cukup praktis bukan? Anda berminat untuk menanamnya di rumah? Selamat bercocok tanam!

loading...
loading...