Beginilah Proses Pembenihan Ikan Tawes


Pertanianku – Ikan tawes merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki warna putih abu-abu. Ikan air tawar ini memiliki sirip yang lumayan panjang dibanding dengan ikan air tawar lainnya. Ikan ini merupakan jenis ikan herbivora.

Beginilah Proses Pembenihan Ikan Tawes

Pada berniat membudidayakan ikan tawes untuk memuai bisnis perikanan, mendapatkan benih ikan tawes berkualitas sangat diperlukan dalam proses ini. Dengan mendapatkan benih ikan yang baik maka budidaya ikan tawes akan berjalan dengan baik.

Jumlah benih yang dihasilkan pun akan sangat dipengaruhi oleh pilihan indukan tawes untuk pemijahan. Secara umum, indukan ikan yang baik haruslah memiliki beberapa ciri yang mendukung.

Jarak antara lubang anus dan pangkal ekor relatif dekat dengan pangkal ekor yang lebar dan kokoh. Indukan yang ideal mempunyai kepala dengan ukuran relatif kecil dan meruncing. Sisik pada tubuh ikan tawes indukan berukuran besar dan tersebar teratur.

Ikan tawes yang siap dijadikan indukan mempunyai umur ideal yang berlainan. Ikan tawes jantan yang dipilih untuk indukan sebaiknya sudah berusia lebih dari 1 tahun sedangkan ikan tawes betina yang akan dijadikan indukan sebaiknya seudah berusia lebih dari 1,5 tahun. Tentunya indukan yang siap dipijah harus sudah matang gonad atau kelamin. Untuk itu, beberapa ciri bisa dilihat baik dari ikan tawes jantan maupun ikan tawes betina.

Ikan tawes betina yang siap dijadikan indukan mempunyai perut yang mengembang ke arah lubang genital dan terasa lembek jika diraba. Lubang anus ikan tawes berwarna kemerahan dan tutup insang akan terasa lebih licin jika diraba. Cairan berwarna kehitaman akan keluar jika perut ikan diurut ke arah ekor.

Ikan tawes jantan yang siap dijadikan indukan mempunyai tutup insang yang akan terasa lebih kasar bila diraba dengan tangan. Meskipun ukuran perutnya lebih kecil, cairan keputihan akan keluar jika perut ikan diurut ke arah ekor. Berikut proses pembenihan ikan tawes dengan benar.

Baca Juga:  Nelayan dapat Bantuan Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan

Persiapan kolam pemijahan

Dalam proses pemjahan ikan tawes perta Anda perlu mempersiapkan kolam untuk pemijahan. Nantinya kolam pemijahan sekaligus digunakan untuk penetasan dan pendederan. Kolam sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk pemijahan. Pematang perlu diperbaiki dan dasar kolam perlu dibuat saluran memanjang dari tempat masuk air ke tempat keluar air. Saluran yang dibuat mempunyai lebar 40 cm dengan tinggi 20—30 cm.

Pelepasan indukan

Setelah indukan ikan tawes dipilih dengan seksama, induk jantan dan betina yang akan dipijahkan ditempatkan dalam kolam perawatan yang berbeda. Proses ini disebut proses pemberokan yang dilakukan selama 4—5 hari. Pemisahan ini sekaligus dilakukan sebagai cara perawatan induk. Setelah itu, barulah induk jantan dan betina dimasukkan dalam kolam pemijahan saat ketinggian air mencapai sekitar 20 cm. Induk yang dilepaskan mempunyai perbandingan jumlah 1:2 untuk induk betina dan induk jantan yang sudah siap memijah.

Pada sore hari sekitar pukul empat setelah pemasukan induk yang siap pijah, aliran air ke dalam kolam diperbesar. Proses perkawinan induk diawali dengan proses kejar-kejaran di sekitar tempat masuknya air ke dalam kolam. Antar pukul tujuh dan sepuluh malam, induk ikan tawes biasanya sudah memijah.

Penetasan telur ikan tawes

Arus air ke dalam kolam pemijahan yang sekaligus digunakan kolam penetasan dan pemeliharaan setelah induk ikan tawes menetas sebaiknya diperkecil agar telur tidak hilang terbawa arus. Telur baru dicek di kakaban pada pagi harinya dengan menggunakan lidi terutama di area dangkal kolam. Proses penetasan selesai sempurna setelah 2—3 hari. Proses pemeliharaan ikan hasil penetasan ini dilakukan di dalam kolam yang sama selama sekitar 21 hari dengan pemberian pakan yang sesuai.

Pengambilan hasil benih

Panen benih ikan bisa dilakukan pada pagi hari dengan cara menyurutkan air di dalam kolam. Benih yang terjebak dalam saluran kamalir atau caren ditangkap menggunakan seser atau waring. Benih yang sudah dikumpulkan kemudian bisa ditempatkan di dalam hapa yang sudah diletakkan dalam saluran air yang mengalir tidak begitu deras. Setelah melewati tahap penyortiran, bibit bisa dijual atau ditebar ke kola pendederan untuk dibesarkan sebelum siap dipasarkan.

Baca Juga:  Kuliner Perikanan di Palembang Kian Populer
loading...
loading...