Benarkah Protein Serangga Bisa Menjadi Alternatif Pangan?


Pertanianku – Serangga memiliki sejumlah kandungan nutrisi serta protein yang sangat baik untuk kesehatan jika dikonsumsi. Bahkan, di Eropa serangga banyak dikonsumsi karena manfaatnya yang luar biasa. Orang Eropa beranggapan bahwa dengan mengonsumsi serangga dapat memenuhi asupan gizi harian. Serangga dianggap oleh Otoritas Keamanan Makanan Eropa (EFSA) dapat menjadi alternatif protein untuk mengatasi kelaparan di dunia.

benarkah-protein-serangga-bisa-menjadi-alternatif-pangan

Melansir laman WebMD, populasi dunia semakin berkembang pesat. Risiko ancaman kelaparan pun meningkat di seluruh dunia. Pada 2011 saja, ada 7 miliar orang kelaparan. Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat.

Untuk mengatasi hal tersebut, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) merilis hasil nilai gizi serangga serta manfaatnya dalam bidang pertanian. Mereka melaporkan bahwa cacing, belalang, jangkrik, atau serangga aneh lainnya mengandung protein, lemak, dan mineral yang tinggi.

“Serangga telah menjadi menu favorit sejumlah orang di Asia, Afrika, dan Amerika Latin,” tulis laporan tersebut.

FAO melaporkan, dari 1 juta spesies serangga di dunia, ada sekitar 1.900 serangga yang dapat dikonsumsi oleh manusia seperti kumbang, ulat, lebah, tawon, semut, belalang, dan jangkrik.

Para ilmuwan di Eropa menyimpulkan, risiko kesehatan manusia tergantung pada bagaimana serangga diolah atau diproses. Namun, secara umum, sumber makanan ini mengandung protein tinggi. Berikut beberapa manfaat mengonsumsi serangga.

  1. Kandungan protein serangga sangat tinggi. Dalam satu ekor jangkrik terdapat kandung protein sebanyak 65%. Jika dibandingkan dengan daging sapi yang hanya mengandung 50% protein, mengonsumsi jangkrik tentunya lebih baik untuk mendapat kandungan protein tinggi.
  2. Selain mengandung protein tinggi, dalam serangga juga ditemukan kandungan nutrisi lain yang baik untuk tubuh. Tidak hanya itu, vitamin, mineral, asam lemak tak jenuh juga terdapat pada serangga.
  3. Serangga merupakan makanan yang rendah lemak. Kebanyakan serangga hanya mengandung kurang dari 5 gram lemak.
  4. Serangga tidak sulit untuk dikembangbiakkan, pengolahannya juga ramah lingkungan.
  5. Serangga dapat diolah menjadi beragam panganan sesuai selera seperti digoreng, direbus, diberi saus, dan dipanggang. Tidak hanya itu, serangga juga dapat diolah menjadi tepung dan digunakan untuk membuat adonan roti, biskuit, dan kue lainnya.
  6. Jumlah serangga yang sangat banyak dan tersedia di alam bebas merupakan satu dari alasan mengapa mengonsumsinya adalah sesuatu yang perlu dan bermanfaat.
  7. Serangga merupakan makanan yang lezat. Penduduk di negara yang rutin mengonsumsi serangga mengatakan bahwa rasa serangga tidak jauh beda dengan udang atau ayam.
Baca Juga:  Merawat Ginjal agar Lebih Sehat dengan Buah dan Sayuran ini
loading...
loading...