Berbisnis Jamur, Anak Muda Ini Meraup Omzet Rp150 Juta per Bulan


Pertanianku – Jamur merupakan salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan saat ini. Hal ini karena permintaan jamur semakin banyak. Ditambah, banyak makanan yang terbuat dari olahan jamur sangat lezat dan disukai masyarakat.

berbisnis-jamur-wanita-ini-meraup-omzet-rp150-juta-per-bulan

Hal inilah yang mendorong beberapa anak muda yang mencoba peruntungannya dengan berbisnis jamur. Mereka membuat Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan menjual jamur dan membuat brand sendiri bernama Growbox.

Jamur-jamur ini dikemas dalam boks kecil berukuran 20 × 20 cm. Nantinya, setelah tumbuh jamur-jamur ini bisa dikonsumsi dan dijadikan berbagai macam olahan makanan.

“Idenya itu kita pengen bikin pertanian Indonesia jadi lebih keren lagi, negara kita kan negara agrikultur, tapi banyak anak muda yang nggak peduli sama pertanian, jadi kita mau buat sesuatu dengan Growbox ini. Jadi, jamur ini tumbuh di dalam boks, nanti setiap hari disemprot 2—3 kali sehari, kalau sudah tumbuh nanti bisa dimakan,” kata Finance & Marketing Director Growbox, Annisa, saat ditemui di Gedung SMESCO, Jakarta, belum lama ini seperti dilansir DetikFinance.

Jamur yang dibudidayakan ini adalah jenis jamur tiram dengan 6 jenis warna yang berbeda. Jamur di dalam boks ini dapat tumbuh selama 4 bulan dengan masa panen 2—3 kali, dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp40.000—Rp75.000/boks.

“Ini jenisnya jamur tiram cuma ada 6 warna, putih, kuning, biru, coklat, pink, dan jelly oyster, harganya kalau yang putih Rp40.000/boks sedangkan yang berwarna Rp75.000/boks, bisa tumbuh satu boks itu 4 bulan bisa sekitar 3—4 kali panen, kalau sudah lebih dari 4 bulan masih bisa panen cuma nggak optimal jamurnya kecil-kecil,” papar Annisa.

Ia menambahkan, dirinya sudah menjalankan bisnis ini bersama dengan ketiga temannya sejak 3 tahun yang lalu dengan modal Rp2 juta dan saat ini omzetnya mencapai Rp150 juta/bulan.

Baca Juga:  Ternak Jangkrik Datangkan Omzet Hingga Rp10 Juta per Hari

“Sekarang sudah jalan 3 tahun, modalnya itu kan kita berempat, satu orang Rp500.000 jika omzet sekitar Rp150 juta/bulan,” tutupnya.

loading...
loading...