Berkat Kegigihannya, Pembudidaya Ikan Ini Raih Penghargaan dari Presiden

Pertanianku – Seorang pria bernama Santoso seorang warga Gendangan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta, memiliki ketertarikan untuk membudidayakan ikan sebagai mata pencahariannya. Awalnya Santoso memang hobi memelihara ikan hias. Itulah yang membuatnya ingin memiliki usaha perikanan.

berkat-kegigihannya-pembudidaya-ikan-ini-dapat-penghargaan-dari-presiden

Berkat hobinya tersebut, kini Santoso sukses menjadi pebisnis ikan hias yang memiliki omzet hingga puluhan juta rupiah. Lewat usaha budidaya ikannya ini, Santoso mampu memberdayakan warga di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Kepuasan itu yang dirasakannya bernilai lebih tinggi dari materi.

“Dulu saya sempat mencoba peruntungan di ibu kota, tapi tidak ada satu pun lamaran kerja yang nyantol. Akhirnya pulang ke kampung dan mulai usaha budidaya ikan,” jelas Santoso.

Merunut sejarah awalnya, memulai usaha yang dirintis sejak nol, diakui Santoso tidaklah mudah. Bermodal uang pinjaman, Santoso menyewa tanah kas desa seluas 300 m2 untuk dijadikan kolam. Untuk modal ikan, ia dapat dari Balai Benih Ikan (BBI) Berbah.

Santoso mengaku butuh perjuangan keras memang kala memperoleh modal benih ikan itu. Setelah beberapa kali mendatangi kantor BBI, barulah Santoso bisa mendapat benih. Itu pun dengan syarat harus membeli bibit ikan satu kolam penuh. Terpaksa, Santoso kembali mencari pinjaman uang. Saat itu, bibit yang dia budidayakan adalah ikan jenis nila.

“Awalnya memang sulit, tapi petugas kemudian justru memotivasi. Katanya kalau dalam waktu tiga bulan, saya bisa menambah berat ikan sampai 3 ons, produksi ikan saya akan dibeli dengan harga lebih tinggi dari pasaran umum,” lanjutnya.

Keberhasilan ini membuatnya semakin semangat untuk terus menekuni bisnis itu. Dua tahun setelah merintis usaha tepatnya 1998 lalu, Santoso mulai mengembangkan budidaya ikan hias. Pilihannya jatuh pada ikan jenis koi.

Namun, lagi-lagi usaha ikan hias Santoso pun mengalami hambatan. Banyak ikan koi miliknya mati karena terkena virus. Santoso kemudian beralih ke ikan arwana. Respons pasar ternyata sangat bagus, bahkan dia mulai kewalahan memenuhi order. Pesanan tidak hanya datang dari dalam negeri, tapi juga mancanegara seperti Cina, Singapura, dan Jepang.

Menyusul keberhasilan itu, luasan kolam arwananya pun juga bertambah, dari semula hanya 300 m2 menjadi 1,4 hektare. Berbagai penghargaan level nasional juga telah diraih Santoso. Salah satu yang membanggakan adalah penghargaan dari presiden pada kala itu, yakni Megawati Soekarnoputri.

loading...
loading...