Berkat Program Minopolitan Produksi Lele Meningkat

Pertanianku – Sektor perikanan menjadikan salah satu sumber prekonomian bangsa ini. Seperti ikan lele yang memiliki nilai ekomis yang cukup tinggi. Saat ini telah banyak berkembang teknologi pada budidaya ikan lele guna mendongkrak hasil produksi.

berkat-program-minopolitan-lele-produksi-lele-meningkat

Salah satu program yang mampu mendongkrak produksi lele adalah minapolitan. Mungkin sebagian besar masyarakat masih asing mendengar program minapolitan.

Minapolitan salah satu program unggulan KKP yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan cara mendongkrak hasil produksi perikanan.

Salah satu daerah minapolitan lele yang berhasil mengembangkan blue economy ini adalah Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto, mengungkapkan, konsep minapolitan ini memiliki nilai ekonomis yang lebih efisien. Untuk mengaplikasikan program ini, membutuhkan daun jambu yang biasanya masyarakat Demak gunakan sebagai bahan pakan lele, demikian pula dengan limbah pengasapan.

Sementara itu, air limbah lele yang mengandung banyak lendir digunakan sebagai pupuk organik pohon jambu, pengganti pupuk kimiawi.

“Budidaya lele ini sangat mudah dikerjakan, teknologinya sederhana, modalnya sedikit, dan bisa mengentaskan kemiskinan. Budidaya lele salah satu penunjang ekonomi kerakyatan,” kata Slamet, seperti dilansir dari Kompas.

Minapolitan jambu-lele-pengasapan di Demak menyerap tak kurang dari 590 tenaga kerja. Dari minapolitan lele, Demak bisa memproduksi tak kurang dari 14.432 ton lele, 150 ton jambu, dan 114 ton olahan lele asap.

Sepanjang tahun lalu, nilai ekonomis dari minapolitan lele mencapai miliaran rupiah, Rp223,2 miliar. Budidaya lele sendiri menghasilkan Rp218 miliar, jambu Rp2,5 miliar, dan olahan lele asap Rp4,3 miliar.

Demak menjadi satu dari 30 kabupaten/lokasi minapolitan komoditas lele. Hingga 2013 KKP telah memetakan 115 kabupaten/lokasi minapolitan seluruh komoditas perikanan dan kelautan.

Slamet menuturkan bahwa, prospek budidaya lele sangat menjanjikan. Kebiasaan masyarakat mengonsumsi ikan laut pun semakin bergeser ke konsumsi ikan air tawar, menyusul cuaca buruk yang belakangan terjadi sehingga menurunkan produktivitas perikanan tangkap.

loading...
loading...