Bertani di Lahan Miring Kenapa Tidak?


Pertanianku – Pernahkah Anda pernah melihat lahan miring yang dijadikan sebagai areal pertanian? Selama ini memanfaatkan lahan miring untuk kebun atau sawah diketahui mempunyai risiko longsor dan erosi yang sangat besar. Oleh karena itu, banyak petani yang tidak mau memanfaatkan lahan miring ini untuk bercocok tanam.

Bertani di Lahan Miring Kenapa Tidak?

Kebanyakan petani memanfaatkan lahan miring untuk tanaman keras. Padahal, saat ini kebutuhan akan tersedianya bahan pangan amatlah tinggi, dilihat dari jumlah penduduk yang terus meningkat. Dengan demikian, pemanfaatan lahan miring ini menjadi sebuah pilihan. Berikut cara membuatnya.

Tahap persiapan

Siapkan frame A yang terbuat dari bambu, frame ini berfungsi sebagai pengukur serta penentu titik lintasan. Untuk menentukan titik lintasan, akan lebih cepat bila dikerjakan oleh 2 orang, satu sebagai pemegang alat dan satu lagi sebagai penancap patok. Sesuaikan banyak patok dengan luas lahan yang dimiliki. Pilih sembarang letak garis lintas yang akan Anda bentuk. Akan lebih baik jika Anda memulai di lintasan yang paling tinggi. Setelah garis lintasan sudah Anda buat, lakukan pembajakan di antara garis tersebut.

Memulai bertanam

Di setiap garis lintasan buatlah 2 buah alur dengan jarak ½ meter sehingga membentuk sebuah lintasan gang. Sebagai tips, tanamlah tumbuhan/pohon yang menjadi sumber nitrogen di setiap alur gang. Salah satu tanaman yang menjadi sumber nitrogen ialah leguminosa. Tanaman ini memiliki kemampuan tumbuh di areal kering sekalipun. Setelah menanam pohon penghasil nitrogen, Anda bisa mulai membudidayakan tanaman pangan. Sebaiknya, pilih tanaman yang tidak begitu tinggi untuk lereng yang teratas. Anda juga bisa mengembangkan tanaman berumur relatif pendek.

Merapikan tanaman

Setelah Anda selesai melakukan tanaman pokok, jangan lupa untuk selalu memantau tanaman pagar atau nitrogen. Pangkaslah tanaman ini sebulan sekali, tetapi jangan bersihkan potongan daun atau tangkai. Biarkan di atas permukaan, hal ini untuk pencegahan air hujan yang jatuh. Selain itu, potongan yang telah Anda pangkas juga bisa menjadi pupuk organik. Setelah masa tanam dan panen selesai, jangan lupa untuk menerapkan rotasi tanaman. Lakukan penanaman bahan pangan seperti kacang, wortel, buncis, kentang, ubi, melon, semangka, dengan rotasi tanaman kacang terlebih dulu setelah itu tanaman buah. Dengan cara ini, kesuburan tanah akan tetap terjaga.

Baca Juga:  Subsidi di Sektor Beras Jadi Prioritas Kementan Saat Ini

Membangun teras hijauan

Untuk menghindari erosi, Anda bisa merawat tanaman yang digunakan sebagai pagar agar tumbuh dengan sehat. Jika Anda mendapati ranting kayu berguguran, itu bukan masalah. Semakin lama Anda merawat pelengkap ini, akan semakin bagus pula untuk tanaman yang dimiliki. Areal lahan akan selalu kelihatan hijau. Jika tanaman yang dimiliki tumbuh subur, Anda akan melihat perpaduan dari keindahan, seni, serta alam yang terlihat sangat hijau.

loading...
loading...