Bibit Pisang Kultur Jaringan Dikembangkan

0

Pertanianku – Kepala Dinas Pertanian TPH Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Ir. Edhie Sudaryanto, berencana mengembangkan budidaya pisang dengan mengaplikasikan metode kultur jaringan. Budidaya pisang dengan menerapkan metode tersebut dinilai lebih menguntungkan karena bibit pisang yang dihasilkan berkualitas dan dapat memproduksi bibit dalam jumlah yang banyak.

bibit-pisang-kultur-jaringan-dikembangkan

“Beberapa bulan lalu, kita mulai mencoba budaya bibit pisang lewat kultur jaringan. Sekarang ini sudah berhasil meski jumlahnya terbatas dan akan terus kita perbanyak lagi,” jelas Edhie Sudaryanto, seperti mengutip Jitunews (29/11).

Namun, Edhie mengatakan dalam proses pembuatan bibit pisang dengan metode kultur jaringan ini cukup sulit. Terdapat beberapa tahap yang harus dilakukan seperti mencari titik tumbuh batang pisang yang berukuran jari tangan pada batang pisang yang telah dewasa. Titik tumbuh tersebut kemudian dicacah dan direndam dalam larutan gel khusus yang telah disterilkan sebelumnya.

“Setelah dibiarkan 1—2 minggu akan mulai terlihat pertumbuhan dengan munculnya kecambah. Selanjutnya, kecambah yang tumbuh dipisahkan satu per satu dalam botol plastik yang masih diberi larutan agar berisi kombinasi bahan kimia,” papar Edhie.

Tahap selanjutnya adalah kecambah dibiarkan tumbuh sampai usia tiga bulan, ditandai munculnya batang dan daun. Setelah itu, kecambah dalam botol dipindahkan ke polybag dengan media tanam selama enam bulan. Untuk bisa ditanam pada lahan, dibutuhkan waktu sembilan bulan.

Pengembangan metode kultur jaringan ini, sebenarnya bertujuan mempermudah petani jika ingin menanam serentak di lahan yang luas. Hal ini berbeda dari anakan pisang yang tumbuh alami yang harus menunggu cukup lama dan jumlahnya juga tidak banyak.

“Kualitas bibit pisang bisa diminimalkan dari penyakit turunannya. Sebab, indukan pisang untuk pembuatan kultur jaringan kita seleksi dulu. Pengembangan kultur jaringan pisang ini kita lakukan bekerja sama dengan Balai Benih Hortikultura Magelang,” tutup Edhie.

loading...
loading...