Budidaya Brokoli Skala Industri Sebagai Peluang Usaha


Pertanianku – Brokoli merupakan salah satu tanaman sayur yang banyak dibudidayakan dan di jual di pasaran. Brokoli adalah sayuran yang memiliki kandungan gizi yang sangat baik jika dikonsumsi manusia. Oleh karena itu, permintaan sayuran satu ini cukup tinggi. Terlebih, saat ini telah banyak masyarakat yang sadar akan kesehatan.

Budidaya Brokoli Skala Industri Sebagai Peluang Usaha

Brokoli mempunyai penampakan tanaman yang sangat mirip dengan kubis bunga/kembang kol. Sama halnya dengan kubis bunga, kol juga bukan berasal dari bunga kubis. Brokoli memiliki perbedaan dengan kembang kol pada ciri bunganya yang mengembang dan berbintil hijau. Namun, harga brokoli sedikit lebih mahal ketimbang kembang kol.

Brokoli sangat cocok ditanam di lahan sejuk dengan tinggi 1.000–2.000 meter dpl dengan pH tanah 6—7 dan iklim yang cenderung lembap. Masa tanam yang tepat untuk brokoli adalah pada awal musim hujan dan awal musim kemarau.

Pembenihan

Tahap awal pada budidaya brokoli adalah mempersiapkan benih untuk ditanam. Benih brokoli dapat diperoleh dari tanaman brokoli sebelumnya atau membelinya di toko pertanian. Pertama-tama benih direndam dalam air hangat bersuhu 50°C. Bila ingin yang lebih bagus, benih bisa direndam pada larutan Previcur N sebanyak 1 cc/liter selama satu jam. Buang benih yang mengambang dan tiriskan benih yang tenggelam.

Persemaian

Proses selanjutnya pada budidaya brokoli adalah benih yang telah siap bisa disebar merata pada media pesemaian berupa campuran tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan 1 : 1. Selanjutnya, tutup dengan goni atau daun pisang selama 2—3 hari dan letakkan di tempat teduh. Setelah benih berusia 7—8 hari, pindahkan ke polybag semai. Lakukan penyiraman rutin setiap pagi dan sore hari. Apabila bibit sudah berusia 3—4 minggu atau telah memiliki 4—5 lima helai daun, pindahkan ke lahan tanam.

Baca Juga:  Yuk, Simak Jenis Sayuran yang Meningkatkan Berat Badan

Persiapan lahan

Salah satu bentuk persiapan lahan untuk budidaya brokoli adalah menaburkan lahan yang akan digarap dengan pupuk kompos dengan rentang waktu 1—2 minggu setelah sebelumnya dibajak atau dicangkul agar gembur dan memiliki unsur hara. Setelah tanah sudah selesai dicangkul/dibajak, kemudian pada lahan dibuat lubang tanam dengan jarak antarbarisan 60—70 cm dan jarak dalam barisan 40—50 cm. Jika pH tanah < 5,5 gunakan kapur/dolomit dengan dosis 1,5 ton/hektare pada saat pengolahan lahan.

Pemupukan dan pemeliharaan

Tahap penupukan pada budidaya brokoli dapat menggunakan dua jenis pupuk. Anda dapat menggunakan pupuk kompos ataupun pupuk buatan.

Pupuk kompos diberikan dengan dosis 18 ton/hektare. Sementara itu, pupuk buatan bisa dengan memberikan pupuk urea dengan dosis 100 kg/hektare, ZA 250 kg/hektare, SP-36 250 kg/hektare, dan KCl 200 kg/hektare. Pupuk lanjutan baru bisa diberikan ketika usia tanam sekitar 4 minggu setelah masa tanam. Lakukan penyiraman secara rutin setiap hari, pagi dan sore hari. Segera lakukan penyulaman pada tanaman yang mati sebelum usia tanam menginjak 10—15 hari pascatanam. Lakukan penyiangan sebelum dilakukan pemupukan pertama dan kedua agar nutrisi bisa diserap secara optimal.

Pemanenan

Brokoli sudah bisa dipanen saat bunganya sudah terlihat padat. Potong pangkal batangnya dan sisakan 6—7 helai daun sebagai pembungkus. Hindarkan dari basah agar brokoli tidak busuk setelah panen. Rata-rata hasil panen setiap hektare lahan bisa mencapai hingga 15–30 ton/hektare.

loading...
loading...