Budidaya Lobster Hias di Akuarium

0

Pertanianku – Baru-baru ini di Indonesia sedang tren memelihara lobster air tawar di akuarium. Dulu, hewan ini dibudidayakan untuk dikonsumsi saja. Keluarga Crustacea ini memang memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan udang. Oleh karena keindahannya-lah, menjadikan beberapa orang tertarik untuk memelihara lobster ikan hias di akuarium.

Budidaya Lobster Hias di Akuarium

Tidak hanya sekadar hobi, bahkan budidaya lobster hias bisa menjadi ladang bisnis bagi yang tertarik mengembangkannya. Terlebih lobster air tawar sangat mudah dipelihara, unik, dan warnanya sangat cantik. Secara keseluruhan, penampilannya sangat menggemaskan akan membuat indah akuarium.

Anda akan merasakan sensasi yang berbeda saat melihat hewan ini berjalan dan makan di akuarium. Lobster memiliki kaki-kaki untuk berenang. Tidak jarang, lobster berjalan menggunakan kakinya. Ia pun bisa berpegangan pada dahan atau tangkai daun menggunakan capitnya saat memanjat tanaman air. Sangat menyenangkan kalau atraksi ini tertangkap mata.

Lobster juga cukup lihai menangkap ikan yang diumpankan sebagai makanan. Lobster akan mencabik-cabik ikan menjadi potongan kecil dengan capitnya yang kokoh dan tajam. Selesai dicabik-cabik, lalu dimakan.

Ada beberapa jenis lobster air tawar yang bisa dibudidayakan. Berikut jenis-jenis lobster dimaksud.

  • Crayfish dapat dibedakan berdasarkan bentuk alat kelaminnya, yaitu lobster (alat kelamin berupa titik) dan klarcii (alat kelamin berupa tangkai panjang).
  • Red claw berasal dari Australia, dengan sekujur tubuh berwarna biru, tetapi bagian bawah capitnya merah. Oleh karena warna capit itulah, ia diberi nama red claw. Selain bisa menghiasi akuarium, lobster red claw juga mudah dijumpai di restoran karena ukurannya mencapai 8 inci atau 20,3 cm.
  • Lobster papua berasal dari perairan Papua. Bermacam-macam pula warnanya antara lain oranye, biru, ungu, cokelat, hingga cokelat kehitaman. Ukuran lobster ini dapat mencapai 7 inci.

Salah satu keunggulan jika Anda menjalankan budidaya lobster hias adalah hewan ini sangat mudah dipelihara. Pakannya hanya berupa pelet atau ikan-ikan kecil seperti ikan mas dan guppy. Jika hobiis hanya memilih pelet pun tak jadi soal. Sebab, pelet khusus lobster mengandung protein tinggi, sekitar 30%. Jika menggunakan pelet sebagai pakan, porsi harian makanan yang diberikan sebesar 1/8 berat badan. Waktu pemberian pakannya pagi dan sore hari.

Lobster termasuk hewan nokturnal atau lebih aktif pada malam hari. Oleh karena itu, pemberian pakan pada sore hari perlu dioptimalkan. Adapun pemberian pakan hidup berupa ikan kecil bisa dilakukan dua minggu sekali sebagai variasi saja. Jika terlalu sering diberikan ikan, sifat kanibalnya akan muncul.

Crayfish bisa hidup dalam air dengan derajat keasaman (pH) tinggi. Standar pH untuk ikan hias biasanya 6,0—6,5. Namun, lobster bisa hidup dalam air dengan pH 7,0—7,5.

Adapun ketinggian air dalam akuarium cukup dua kali tinggi tubuh lobster, atau sebatas batu bata tenggelam yang menjadi rumahnya. Jika menggunakan akuarium setinggi 20 cm, Anda bisa mengisi air setinggi 6 cm saja.

Lobster tidak mempermasalahkan warna air yang agak keruh. Selain itu, sirkulasi oksigen tidak wajib ada di kolam budidaya ataupun akuarium. Pasalnya, hewan bercapit ini sering muncul ke permukaan untuk mengambil udara bebas.

Meski tinggal di dalam akuarium atau kolam, lobster tetap butuh tempat untuk berlindung. Kita bisa membuatnya dari bahan pipa paralon, bambu, atau bata berlubang sebagai perlindungan. Tanaman air berdaun keras juga bisa dijadikan tempat berlindung, misalnya keladi.

Perawatan saat ganti kulit

Tahukah Anda jika lobster juga memiliki kebiasaan ganti kulit? Saat ganti kulit, lobster harus dipisahkan dari koloninya agar tidak diserang kawan-kawannya.

Lobster yang sedang ganti kulit bisa disimpan dalam wadah baskom selama 2 jam hingga proses ganti kulitnya selesai. Lobster yang akan berganti kulit ditandai dengan perubahan warna cangkang kulit menjadi buram. Ia cenderung pasif atau diam, dan tubuhnya dalam posisi tidur miring. Proses molting bisa mengalami kegagalan jika lobster kekurangan oksigen.

Seringnya pergantian air juga memicu intensitas ganti kulit karena perubahan kadar asam. Oleh karena itu, pergantian air sebaiknya dilakukan seminggu sekali. Kalau masih anakan, yaitu ukuran 2—3 inci, ganti air seminggu sekali lebih bagus. Akan tetapi, kalau sudah 5 inci, molting-nya agak lama.

Akuarium untuk lobster

Untuk budidaya lobster hias di akuarium, Anda perlu mempersiapkan perlengkapan standar akuarium ikan hias di dalam akuarium berupa aerator, saringan, dan perlengkapan lainnya. Setelah itu, masukkan air ke dalam akuarium dan diamkan selama 24 jam sebelum digunakan. Setelah 24 jam, buang air di dalam akuarium dan ganti dengan yang baru. Setelah itu, baru masukkan lobster hias air tawar ke dalam akuarium.

Pakan lobster hias

Pada budidaya lobster hias hal terpenting dalam pembudidayaannya adalah pemberian pakan. Pakan untuk lobster hias air tawar adalah cacing beku, cacahan ikan mas kecil, dan udang cacah. Berikan pakan untuk lobster hias pada pagi dan siang hari. Usahakan agar pakan yang diberikan langsung habis dimakan lobster (tidak bersisa). Anda bisa memberikan sedikit demi sedikit pakan lobster air tawar sampai lobster tersebut tidak lagi memakan pakan tersebut, kemudian angkat sisa pakan dari dalam akuarium.

loading...
loading...