Bulog Menilai Stok Beras RI Cukup Stabil

0

Pertanianku – Pergerakan harga komoditas pangan khususnya beras pada 2016 lalu menurut Badan Urusan Logistik (Bulog) cukup stabil jika dibandingkan pada tahun sebelumnya. Hal tersebut juga berkat campur tangan Bulog yang melakukan upaya penyerapan beras serta sering melakukan Operasi Pasar (OP).

Sampai akhir 2016 lalu, penyerapan gabah mencapai 2,9 juta ton dari target 3,2 juta ton atau 92,54 persen dari target Rancana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Hal ini menunjukkan ada peningkatan dari 2015 yang baru terserap 2,6 juta ton dari target 3,2 juta ton atau 81,2 persen.

Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti mengungkapkan, pemerintah sudah cukup melakukan berbagai usaha untuk menggenjot produksi melalui gerakan masif swasembada padi.

“Upaya-upaya ini harus terus didorong dan dilakukan secara konsisten diiringi dengan pembenahan data supaya kita mendapatkan gambaran yang akurat sehingga dapat diambil kebijakan lebih tepat sasaran,” katanya, sebagaimana dikutip Republika (2/2).

Djarot menjelaskan, demi membantu penyediaan pangan bagi masyarakat kurang mampu, Bulog juga melakukan pendistribusian beras kepada golongan masyarakat tertentu lewat program Beras untuk Keluarga Sejahtera (Rastra). Realisasinya menembus lebih dari 2,7 ton atau 99,53 persen sampai akhir 2016.

“Tahun 2016 merupakan kinerja penyaluran tertinggi dalam lima tahun terakhir,” tutur Djarot.

Selanjutnya, untuk kegiatan pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada 2016 sebanyak 329.420 ton telah tersalurkan untuk bantuan bencana dan pengendalian harga beras sebanyak 311.764 ton atau 94,6 persen. Menurut Djarot, manfaat CBP sangat dirasakan ketika terjadi keadaan darurat atau bencana, termasuk saat harga beras bergejolak di tingkat konsumen.

“Dengan tersedianya CBP dalam jumlah cukup, maka bantuan kegiatan stabilisasi harga beras melalui operasi pasar beras bisa dilakukan secara besar-besaran,” tambahnya.

Berdasarkan catatan BPS pada Desember 2016, harga beras terendah di pasaran sekitar Rp7.746 per kilogram. Djarot menjelaskan, hal itu berkat OP beras secara besar-besaran sehingga angka inflasi tahun lalu relatif terkendali.

loading...
loading...