Bulog: Petani Diimbau Tingkatkan Kualitas Beras


Pertanianku – Perum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Yogyakarta mengimbau petani selalu menjaga kualitas beras yang akan dijual ke badan usaha milik negara itu.

bulog-petani-diimbau-tingkatkan-kualitas-beras

“Kami meminta petani tidak sekadar memproduksi, tetapi juga memperhatikan kualitas beras sebelum diajukan untuk kami serap,” ucap Kepala Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional DIY Miftahul Adha belum lama ini, sebagaimana dilansir dari Republika (22/11).

Miftah mengatakan, Bulog DIY bersama gabungan kelompok tani (gapoktan) di seluruh kabupaten selalu mendorong petani meningkatkan kuantitas serta kualitas produksi beras, dengan memberikan penyuluhan secara rutin.

“Kami selektif dalam melakukan pembelian beras petani, dengan harapan setiap beras yang nantinya akan disalurkan kembali ke masyarakat juga memiliki kualitas yang baik,” lanjutnya.

Miftah menambahkan, setiap beras yang diserap dari petani dipastikan telah memenuhi standar kualitas dengan ketentuan kadar air maksimum 14%, butiran patah 20%, menir dua persen, dan derajat sosoh 95 persen dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp7.300 per kg. “Kurang dari standar itu, kami tidak akan beli,” jelas Miftah.

Guna menjaga kualitas beras yang disimpan, menurut dia, seluruh gudang penampungan beras milik Bulog, kata dia, juga terus ditingkatkan pengawasan dan perawatannya. Saat ini gudang Bulog di Kalasan mampu menampung 23 ribu ton beras, gudang di Gunung Kidul 3.000 ton, dan gudang di Bantul 2.000 ton, dan di Kulon Progo 3.500 ton.

Ia mengatakan, serapan beras petani hingga November 2016 mencapai 57.200 ton. Dari hasil pembelian beras petani itu, hingga saat ini 45 ribu ton beras telah disalurkan dalam bentuk beras kepada keluarga prasejahtera.

Sementara itu, stok persediaan beras yang masih tersisa di gudang Bulog DIY hingga saat ini mencapai 30 ribu ton. Stok beras itu diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat DIY hingga Mei 2017.

Baca Juga:  Bunga Bangkai dalam Pot Siap Mekar di Kebun Raya Bogor

Lanjut Miftah, bagi masyarakat penerima beras miskin (raskin), Miftah mengimbau, jika menemukan beras yang diterima memiliki kondisi tidak layak konsumsi agar segera mengadukan ke Bulog untuk diganti.

“Kalau ada beras yang tidak layak seperti itu harap segera melaporkan kepada kami. Kami siap menarik dan mengganti. Sejak awal kami sudah selektif dalam menyerap beras petani,” tutup Miftah.

loading...
loading...