Bulu Anjing Berubah Jika Anjing Cemas, Benarkah?

0

Pertanianku – Bagi Anda yang memiliki anjing peliharaan dirumah, tahukah Anda jika bulu anjing bisa berubah jika dalam keadaan cemas? Hal ini benar terjadi dan telah disampaikan dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Applied Animal Behaviour Science.

“Anjing yang dianggap pemiliknya sering mengalami kecemasan atau perilaku impulsif cenderung memiliki moncong dengan bulu beruban lebih dini dibandingkan anjing lainnya,” kata peneliti utama studi, Camille King, seperti dilansir dari Nationalgeographic (19/1/2017).

Penelitian tersebut melibatkan sedikitnya 400 anjing beserta pemiliknya. Para peneliti membuat pengecualian, mereka tidak meneliti anjing yang memang memiliki bulu berwarna abu-abu atau perak, dan anjing yang umurnya lebih dari empat tahun, untuk menghindari kesalahan identifikasi uban.

Untuk mengukur tingkat kecemasan anjing, para peneliti menanyakan beberapa pertanyaan tentang perilaku hewan tersebut pada pemiliknya. Ini beberapa pertanyaan dimaksud: apakah anjing kerap menghancurkan barang-barang ketika ditinggal sendirian, apakah bulunya sering rontok ketika mendapat perawatan di vet atau berada di tempat baru, dan apakah anjing suka meringkuk ketika merespons kedatangan sekelompok orang baru.

Untuk mengukur impulsivitas, peneliti menanyakan pada pemilik anjing apakah hewan peliharaannya kerap menerjang seseorang, meskipun bisa ditenangkan, dan apakah anjing mereka kehilangan fokus atau menjadi hiperaktif setelah latihan.

Kemudian, dua penilai independen yang belum pernah bertemu anjing-anjing tersebut menilai setiap foto pada skala 0 sampai 3, dengan 0 menunjukkan tidak ada uban di moncong, dan 3 menunjukkan moncong penuh uban.

Anjing yang dianggap pemiliknya sering mengalami kecemasan atau perilaku impulsif cenderung memiliki moncong dengan bulu beruban lebih dini dibanding anjing lainnya.

Para peneliti menemukan bahwa anjing betina cenderung memiliki tingkat uban lebih tinggi disbanding anjing jantan. Selain itu, anjing yang menunjukkan rasa takut terhadap suara keras, hewan dan orang asing juga cenderung mengalami peningkatan uban.

Sebaiknya, bulu beruban tidak ada kaitannya dengan ukuran anjing, dikebiri atau tidak, dan memiliki masalah medis atau tidak.

“Awalnya, saya agak skeptis dengan hipotesis ini, tetapi ketika kami menganalisis data, hasilnya cukup mencolok,” ungkap penulis kedua studi, Thomas Smith dari Northern Illinois University.

Dengan penemuan ini, para pemilik anjing ataupun dokter hewan bisa mendapat peringatan jika anjing beruban di usia dini. Ada kemungkinan bahwa anjing tersebut mengalami masalah kecemasan, ketakutan atau impulsivitas. Untuk itu, tindakan pengobatan awal bisa cepat dilakukan.

loading...
loading...