Cabai Impor Mulai Masuk Pasar Tradisional RI


Pertanianku – Guna menanggulangi mahalnya harga cabai saat ini, cabai impor mulai memasuki pasar tradisional di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

“Ya, cabai impor ini menjadi alternatif sementara harga cabai lokal sangat mahal,” kata Bagio, salah satu pedagang besar cabai di Pasar Ngemplak, Tulungagung, belum lama ini seperti melansir Antaranews (10/2).

Ia mengatakan, masyarakat cukup banyak mencari cabai impor. Meski tidak semuanya beralih, Bagio mengklaim penjualan cabai impor terus mengalami peningkatan beberapa pekan terakhir. “Harganya yang murah membuat cabai impor ini mulai diminati pembeli,” ujarnya.

Sejumlah pedagang dan pembeli mengaku terpaksa membeli atau belanja cabai impor karena harganya yang hampir 50% lebih murah dibanding cabai lokal. Untuk jenis cabai impor dari Cina, misalnya, dipatok harga grosir Rp54.000/kg, sedangkan untuk jenis cabai impor dari India yang dikenal pedas dijual dengan harga Rp65.000/kg.

“Bandingkan dengan cabai rawit lokal yang saat ini masih di kisaran Rp120.000 per kg, bahkan ada yang lebih,” ucap Utami, pedagang pracangan yang saat itu sedang belanja aneka sembako di Pasar Ngemplak.

Namun, tak semua pedagang menyediakan cabai impor. Beberapa hanya menyediakan stok cabai impor yang telah dibungkus dalam plastik ukuran 250 gram, 500 gram, hingga 1 kilogram.

“Pedagang biasanya tetap menyediakan cabai lokal karena biasanya pembeli tetap mencari. Hanya jika ada yang meminta (cabai impor) yang murah pedagang eceran ini melayani,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Humas Pemkab Tulungagung Sudarmaji mengakui adanya cabai impor yang masuk ke Tulungagung, tetapi hal itu tidaklah menjadi masalah.

Ia beralasan, saat ini kebutuhan masyarakat juga meningkat, tetapi tidak diimbangi hasil panen cabai karena hampir seluruh petani cabai mengalami gagal panen, yang membuat harga cabai di pasaran menjadi meningkat.

Baca Juga:  Walhi Aksi Tolak Pembangunan Pembangkit Listrik Batu Bara di COP-23

“Informasi yang kami dapat memang benar jika ada cabai impor yang masuk ke Tulungagung. Masyarakat saat ini sangat membutuhkan adanya cabai tersebut,” tuturnya.

loading...
loading...