Cabai Rawit Merah di Pasar Tradisional Cirebon Sepi Peminat


Pertanianku – Bulog Cirebon menggelar operasi pasar (OP) dengan menjual sembako dan cabai rawit merah di Cirebon, belum lama ini. Meski telah digelar operasi pasar, masyarakat kurang minat membeli cabai. Padahal, harga yang ditawarkan lebih murah dengan cabai rawit yang ada di pasaran.

Kepala Sub Divisi Bulog Cirebon, Titov Agus S., menyebutkan komoditas yang dijual dalam OP itu, yakni beras, gula pasir, minyak goreng, dan cabai rawit merah.

“Warga lebih banyak membeli sembako dibandingkan cabai rawit,” ujar Titov, sebagaimana dilansir Republika (20/1/2017).

Titov menambahkan, pihaknya menyediakan 30 kg cabai rawit merah dalam OP tersebut. Namun, dari dua kali OP yang digelar pada Selasa (17/1) dan Rabu (18/1), cabai rawit merah baru terjual dua kilogram.

Cabai rawit yang dijual dalam OP tersebut dikemas dalam ukuran satu ons, dengan harga Rp6.000 per ons. Harga itu jauh lebih rendah dibanding harga di pasaran yang masih di atas Rp100.000 per kg.

Selain cabai rawit merah, komoditas lain yang dijual dalam OP itu harganya juga lebih murah dibandingkan pasar. Untuk beras, dijual dengan harga Rp7.900 dan Rp8.500 kg. Beras yang disiapkan sebanyak empat ton itu dijual dalam kemasan dua kilogram, lima kilogram, dan sepuluh kilogram. Sementara itu, gula pasir, dijual dengan harga Rp12.500 per kg dan minyak goreng Rp12.000 per liter.

Untuk beras, selama dua hari pelaksanaan OP sudah terjual lebih dari setengah ton. Adapun gula rata-rata terjual 200 kg per hari.

OP sembako dan cabai rawit merah itu digelar Bulog Sub Divisi Cirebon di lima titik di Kota Cirebon yang berbeda setiap harinya, yakni di kantor Kelurahan Drajat, kantor Kelurahan Argasunya, kantor Kelurahan Lemahwungkuk, kantor Kelurahan Kejaksan, dan terakhir di kawasan olahraga Stadion Bima (22/1/2017).

Baca Juga:  Perkenalkan! Spesies Kuda Laut Baru dari Korea

Salah seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Kejaksan, Nunung, mengaku lebih tertarik membeli sembako dibandingkan cabai rawit merah dalam OP yang digelar Bulog tersebut. Pasalnya, sembako merupakan bahan pokok yang harus dipenuhi setiap hari.

“Kalau cabai rawit merah kan bukan kebutuhan pokok. Tak makan cabai rawit pun tak masalah,” papar Nunung.

loading...
loading...