Cacing Darah Pakan Ikan Murah


Pertanianku – Salah satu pakan yang sangat dianjurkan untuk diberikan pada ikan peliharan Anda adalah cacing darah. Mengapa demikian? Hal ini karena ikan yang Anda budidayakan memerlukan protein untuk daya tahan tubuhnya, dan cacing darah mengandung protein yang cukup tinggi.

Cacing Darah Pakan Ikan Murah

Salah satu pengusaha pembiakan cacing darah adalah Dody Wahyu. Awal mulanya Dody memutuskan untuk terjun pada usaha ini karena dirasa cukup potensial jika dijadikan bisnis. Bagaimana tidak, permintaan cacing darah cukup tinggi di pasaran. Sementara itu, penyedia cacing darah belum banyak. Oleh karena itulah, Dody tertarik untuk membudidayakannya sebagai peluang usaha. Terlebih masyarakat Indonesia banyak memelihara dan membudidayakan ikan.

Dody mengatakan, pakan cacing darah ini lebih banyak dipilih karena lebih murah dibandingkan pakan ikan buatan pabrik. Cacing darah yang dijual di pasaran biasanya sudah dalam keadaan beku. Ini karena cacing darah berukuran kecil dan jika tidak dalam keadaaan beku, ikan akan sulit memakannya.

“Permintaan cacing untuk pakan ini tinggi, karena itu saya lebih memilih untuk menjadi pengepul cacing darah dari alam di daerah Parung dan sekitarnya, di mana masih terdapat habitat alami tempat berkembangnya cacing darah. Kemudian membekukannya dan menjualnya dalam bentuk frozen worm,” ungkap Dody, seperti melansir Jitunews (31/10).

Walaupun sepintas sama, cacing sutra dan cacing darah itu berbeda. Bentuk tubuh cacing sutra menyerupai rambut dengan panjang badan antara 1—3 cm yang berwarna merah kecokelatan dan memiliki ruas pada tubuhnya. Cacing ini hidup dengan membentuk koloni di perairan jernih yang kaya bahan organik.

Tekstur cacing darah seperti larva dari serangga nyamuk Chironomus. Meskipun disebut cacing, hewan ini sebenarnya bukan golongan cacing-cacingan, melainkan serangga. Nyamuk Chironomus tidak menggigit dan kerap dijumpai di perairan bebas dengan dasar berlumpur atau berpasir sangat halus yang kaya akan bahan organik. Fase makan dari serangga ini terdapat pada fase larvanya, sedangkan bentuk dewasanya, sebagai nyamuk yang tidak menggigit, hanya berperan untuk kawin kemudian bertelur dan mati.

Baca Juga:  KKP Panen Lele Sistem Bioflok di daerah Perbatasan RI–Malaysia

“Cacing darah dan cacing sutra banyak dipilih oleh para peternak maupun pembudidaya ikan hias sebagai pakan karena memiliki kandungan protein yang sangat banyak dan sangat baik untuk pertumbuhan ikan. Cacing sutra mengandung protein sekitar 57%, sedangkan cacing darah persentase kandungan airnya mencapai 90% dan sisanya 10% terdiri atas bahan padatan. Dari sisa 10% bahan padatan ini, 62,5% protein, dan 10% lemak,” jelas Dody.

loading...
loading...