Cegah Alzheimer dengan Enam Menu Ini

Pertanianku — Seiring bertambahnya usia manusia, kemampuan organ tubuhnya pun akan berkurang. Salah satu penurunan kemampuan fungsi organ tubuh ini adalah munculnya penyakit alzheimer. Penyakit ini mengganggu kinerja otak yang berhubungan dengan memori, kesadaran, dan kemampuan mental tubuh secara keseluruhan. Alzheimer disebut juga sebagai bentuk umum demensia karena berhubungan dengan bertambahnya usia yang diiringi dengan kemerosotan pikiran selama beberapa tahun.

Cegah Alzheimer dengan Enam Menu Ini

Gejala awal pengidap Alzheimer adalah seseorang kerap lupa dengan kata-kata, wajah, atau nama. Lama-kelamaan pengidap akan lupa pada dirinya sendiri sehingga menjadi tidak berdaya.

Ada cara ampuh untuk mengantisipasi datangnya Alzheimer. Salah satunya dengan melakukan diet makanan. Sebuah studi yang dilakukan pada 2015 melaporkan sebanyak 923 orang berusia antara 58—98 tahun berisiko lebih rendah terkena Alzheimer karena rutin mengonsumsi sayuran hijau, buah, ikan, biji-bijian, dan minyak zaitun. Mereka juga mengurangi makanan yang mengandung keju, mentega, daging merah, dan makanan siap saji.

Dilansir dari Daily Meal, ada enam makanan yang menghindari Alzheimer. Berikut enam makanan yang dimaksud.

  1. Jahe, Dark Beri, dan Minyak Zaitun

Tiga jenis makanan ini dapat melindungi dan melestarikan sel glia. Sel yang ada di otak ini berperan penting bagi kesehatan sistem saraf pusat dan perifer. Jumlah sel glia paling banyak dibanding sel saraf lainnya. Perbandingannya sekitar 3:1. Tugas sel ini adalah melayani beragam fungsi neurologis seperti mengontrol laju saraf dan merehabilitasi cedera saraf.

Sel glia juga berfungsi sebagai ‘penyapu jalan’ di otak. Sel-sel glia membersihkan sel-sel yang rusak kemudian membuangnya. Jika sel glia gagal melaksanakan tugasnya, akan menyebabkan hilangnya fungsi kognitif atau penalaran akal.

  1. Teh Hijau

Teh hijau mengandung polifenol yang kaya anti-oksidan. Polifenol ini memberikan rasa pahit pada minuman. Meskipun begitu, polifenol baik dalam mengurangi risiko adanya penurunan fungsi kognitif pada manula.

  1. Ikan Salmon, Forel, Sarden, dan Minyak Ikan

Ikan salmon, forel, sarden, dan minyak ikan mengandung lemak omega 3 yang baik untuk mencegah demensia. Ini karena keempat makanan tersebut mengandung DHA dan EPA yang jika bercampur di otak dapat meningkatkan fungsi kognitif dan memori.

  1. Makanan Kecil dan Karbohidrat Kompleks

Kadar gula darah yang tinggi terbukti bisa mencederai otak. Insulin yang tidak seimbang dapat meningkatkan gula darah. Kenaikan gula darah dapat membuat kerusakan pada otak.

Mengonsumsi makanan kecil (snack) minim karbohidrat dapat membantu Anda menjaga keseimbangan otak. Hindari makanan berkabohidrat tinggi seperti nasi putih, pasta, dan tortilla. Jika memungkinkan, Anda bisa mengonsumsi nasi merah sebagai pengganti nasi putih. Ini karena nasi merah mengandung karbohidrat kompleks.

  1. Bayam, Kubis, dan Asparagus

Manula yang mengonsumsi sedikitnya satu porsi daun hijau setiap harinya memiliki kemampuan kognitif 11 tahun lebih muda. Ini karena sayuran berdaun hijau kaya vitamin K. Hal ini terungkap berdasarkan studi atau melalui penelitian Rush University.

Sebagaimana yang diketahui, para manula kerap mengalami kekurangan vitamin K. kurangnya vitamin K dapat mempercepat perkembangan penyakit Alzheimer. Jika enggan mengonsumsi sayuran hijau, Anda dapat menggantinya dengan asupan suplemen vitamin K.

  1. Lemak Tak Jenuh

Minyak zaitun dan kacang-kacangan mengandung lemak tak jenuh yang baik bagi tubuh. Adapun mentega dan keju adalah makanan yang mempunyai kandungan lemak jenuh cukup tinggi. Terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh akan berdampak buruk pada fungsi kognitif dan memori.

Sebuah penelitian yang menggunakan tikus sebagai objeknya melakukan pengukuran dampak makanan lemak jenuh. Sekelompok tikus yang diberikan makanan tinggi lemak jenuh mempunyai masalah memori dibanding kelompok tikus yang mendapat makanan mengandung lemak tak jenuh.

loading...
loading...