Cerahnya Bisnis Peternakan Burung Puyuh

Pertanianku – Menjalankan bisnis peternakan burung puyuh dinilai cukup potensial jika dikembangkan skala industri. Pasalnya, baik daging maupun telurnya memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Selain itu, mengonsumsi burung puyuh juga dapat memenuhi kebutuhan akan sumber protein hewani bagi manusia.

cerahnya-bisnis-peternakan-burung-puyuh

Meski tekstur dagingnya lebih alot daripada ayam, rasa gurih yang dihasilkannya mampu menggoyang lidah Anda. Alotnya daging puyuh karena rata-rata puyuh yang dijadikan pedaging termasuk golongan puyuh afkir alias yang sudah tua berusia 1,5 tahun, sedangkan puyuh muda yang masih produktif biasanya digenjot untuk produksi telur. Telur puyuh sendiri memiliki kandungan protein yang tinggi dan kerap dijadikan bahan campuran untuk sup karena bentuknya yang kecil dan bisa sekali santap.

Salah satu peternak burung puyuh yang telah sukses, Andri Warliyansyah, warga asal Cilengkrang, Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat, ini telah beberapa tahun menekuni usaha budidaya burung puyuh.

Menurut Andri, puyuh merupakan komoditas alternatif karena bisa dijadikan sebagai pengganti daging ayam. Terlebih, telur puyuh juga sudah banyak dikonsumsi masyarakat sehingga keberadaan puyuh sudah tidak lagi dipandang sebelah mata.

Cerahnya bisnis puyuh selain dari permintaan yang tinggi juga bisa dilihat dari semakin banyaknya calon peternak puyuh yang minta diajarkan oleh Andri. Ia berpesan untuk menjadi seorang peternak puyuh yang sukses dan tahan banting, setidaknya pada 1—2 tahun usaha berjalan segala halang rintang haruslah disikapi secara dewasa dengan penuh perhitungan karena di titik tersebutlah awal dari sebuah kesuksesan.

“Sangat saya anjurkan bagi yang baru lulus sekolah untuk berwiraswasta saja seperti menjadi peternak puyuh karena efeknya akan terasa pada usia emas di umur 25—29 tahun,” jelas Andri.

Jika dihitung dari tahun ke tahun, permintaan burung puyuh di pasaran di wilayah Bandung bisa mencapai 1.000—1.500 puyuh, Andri pun merasa tertantang dengan jumlah permintaan yang semakin meningkat.

Mengatasi persaingan usaha, Andri mengedepankan kualitas puyuh dengan menyortir bibit yang baru tiba di kandangnya, jangan sampai ada yang terluka karena akan memengaruhi telur dan perkembangan tubuh.

Puyuh yang dibesarkan Andri merupakan puyuh yang sudah memiliki galur murni dari keturunan puyuh jenis unggulan lokal. Kendati termasuk kualitas unggulan tetap ada saja beberapa puyuh yang mati selama pengiriman dari Solo ke Bandung akibat kepanasan selama dalam perjalanan.

“Saya kalau mendatangkan DOC dari Solo dan di perjalanan tak sedikit yang mati. Semisal dari 4.000 ekor yang dibeli, sesampainya di lokasi 10% di antaranya mengalami luka dan kematian,” tutur Andri.

loading...
loading...