Darmin: Anggaran 50 Triliun Per Tahun, Tapi Hasil Tak Maksimal!


Pertanianku – Pemerintah dalam hal ini Menko Perekonomian, Darmin Nasution, telah merelokasikan dana sebesar Rp50 triliun per tahun untuk mengembangkan lahan pertanian di berbagai daerah di Indonesia. Namun, hal ini belum juga membuahkan hasil yang maksimal. Pasalnya, pemerintah telah merelokasikan dana sebanyak itu, tetapi hasil produktivitas di sektor pertanian belum sepadan.

darmin-ri-anggarkan-rp-5-triliun-per-tahun-untuk-pertanian-hasil-tak-juga-maksimal

Dana tersebut direlokasikan ke dalam tiga bentuk, yakni untuk subsidi pupuk, pencetakan lahan persawahan baru, dan pembangunan irigasi. Dalam hal ini, pupuk subsidi mengambil peranan paling besar pada anggaran dana tersebut, sebesar Rp30 triliun.

“Kalau digabung setahun sekitar Rp50 triliun. Pertanyaannya hasilnya kira-kira berapa? Sepadan nggak dengan itu. Oleh karena itu, kita sangat risau selama setahun ini,” kata Darmin, dalam rapat koordinasi nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang agribisnis, pangan, dan kehutanan di Hotel Pullman, Jakarta, belum lama ini, seperti dilansir dari DetikFinance (29/11).

Penting bagi pemerintah untuk mengetahui hasil akhir dari setiap program yang dijalankan. Terlebih, telah menyangkut dana puluhan triliunan rupiah, yang seharusnya menurut Darmin hal ini bisa dimanfaatkan untuk program lain dan lebih jelas hasilnya untuk masyarakat.

Darmin menilai, penyebabnya adalah program yang tidak tersambung dengan benar. Misalnya pembangunan irigasi. Ternyata banyak irigasi yang dibangun, tetapi jalurnya tidak berdekatan dengan sawah sehingga pengairan tidak terealisasi.

“Irigasi itu jangan dikira yang 5 km, tapi berapa luas lahan yang bisa diairi. Sering sekali masalahnya irigasi lewat tapi tidak di sawah,” ujar Darmin

Ini semakin terbukti dengan adanya pola panen padi yang semakin lemah. Dari dulu hingga sekarang cuma dua kali masa panen, yaitu ketika usai musim hujan. Ketika hujan datang, berarti para petani bisa menanam padi.

Baca Juga:  Begini Cara Kementan Jaga Produksi Padi

“Jadi bukan karena irigasi, tapi hujan. Kalau hujan berarti orang bisa menanam padi,” ucap Darmin.

Oleh karena itu, agar program berjalan dengan semestinya, dibutuhkan one map policy. Darmin menjelaskan, ini adalah peta yang mengambarkan kondisi Indonesia dengan lebih rinci sehingga pemerintah lebih tepat dalam pengambilan keputusan.

“Menurut kita ini sangat krusial, mulai dijalankan dengan baik adalah mendudukkan irigasi dengan sawah. Karena selama ini banyak tidak nyambungnya,” ujar Darmin.

loading...
loading...