Dua Komodias ini Pemicu Inflasi di Padang


Pertanianku – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat dua komoditi seperti cabai merah dan jengkol sebagai pemicu inflasi di Padang pada September 2016 yang mencapai 0,58%.

Dua Komodias ini Pemicu Inflasi di Padang

“Dua komoditas tersebut memiliki andil terbesar dalam membentuk angka inflasi Padang, yaitu cabai merah 0,51 dan jengkol 0,10,” ungkap Kepala BPS Sumbar, Dody Herlando seperti dilansir Republika.co.id (4/10).

Cabai merupakan salah satu bahan pangan wajib di Padang. Banyaknya jumlah permintaan akan cabai inilah yang membuat harga cabai melonjak. Namun, hal ini tidak menyurutkan masyarakat untuk tidak membelinya. Seperti yang kita ketahui bersama, hampir semua masakan khas Padang menggunakan cabai sebagai bumbu utamanya.

Dua Komodias ini Pemicu Inflasi di Padang

“Hal ini diperkuat oleh pada September ada Lebaran Idul Adha yang ketika itu kebutuhan cabai meningkat untuk memasak daging kurban sehingga harganya sempat mencapai Rp70.000/kg dibandingkan harga normal yang hanya Rp24.000,” tutur Dody.

Dody memberikan sebuah strategi yang dapat dilakukan pemerintah setempat agar harga cabai tetap stabil. Salah satunya dengan membuat perencanaan musim tanam. Dengan begitu, ketika permintaan tinggi seperti pada momen Ramadan hingga Idul Fitri dan hari besar lainnya, cabai tersedia lebih banyak tetapi dengan harga yang stabil.

Selain itu, komoditas lain yang mengalami peningkatan harga selama September 2016 di Kota Padang antara lain rokok kretek filter, rokok kretek, bahan bakar rumah tangga, beras, teri, tauge, kecambah, kentang, cabe hijau, dan beberapa barang lainnya.

Namun, ada komoditas yang mengalami penurunan selama September 2016, yaitu daging ayam ras, angkutan udara, bayam, gula pasir, kangkung, ikan tongkol, ambu-ambu, ayam hidup, telur ayam ras, minyak goreng, sepat siam, dan lainnya.

Menurut Dody dari 23 kota di Sumatera pada September 2016, sebanyak sembilan belas kota mengalami inflasi dan empat kota mengalami deflasi.

Baca Juga:  Komoditas Perkebunan Satu Ini Juga Butuh Peremajaan

Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,85% dan terendah di Kota Bengkulu sebesar 0,07%. Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan 0,68%, dan terendah di Kota Bungo 0,07%.

Kota Padang menduduki posisi ke-12 dan Kota Bukit Tinggi menduduki posisi ke-4 dari seluruh kota yang mengalami inflasi di Sumatera.

loading...
loading...