Empat Cara Pembenihan Ikan Mas

Pertanianku – Ikan mas termasuk salah satu komoditas perikanan yang permintaannya cukup banyak. Pasalnya, di Indonesia sendiri banyak orang mengonsumsi ikan mas. Oleh karena itu, permintaan di pasaran cukup banyak. Inilah yang menyebabkan bisnis budidaya dan pemeliharaan ikan mas menjadi sangat pesat sekali. Beberapa orang yang tertarik dalam bisnis ini mengembangkan sendiri kolam-kolam budidaya ikan mas.

Jika Anda berminat untuk menjalankan bisnis ikan mas, terdapat beberapa langkah yang harus Anda kuasai untuk menjalankan bisnis ini. Salah satunya, cara pembenihan ikan mas. Pasalnya, terdapat beberapa cara melakukan pembenihan ikan mas. Berikut penjelasannya.

Cara-cara pembenihan

Dengan memerhatikan beberapa langkah penting dalam hal proses pembenihan atau pemijahan ini, Anda akan mendapatkan hasil yang terbaik dan memberikan keuntungan yang terbaik pula. Sebelum belajar tentang proses tersebut, Anda harus mengetahui bahwa ada berbagai macam cara pembenihan atau pemijahan yang bisa dilakukan pada ikan sebelum Anda siap memijah. Berikut ini sistem yang umum digunakan oleh para petani ikan mas di Indonesia.

  1. Sistem pembenihan tradisional

Sistem pembenihan tradisional memang dilakukan secara tradisional atau konvensional. Setiap daerah di Indonesia memiliki caranya masing-masing dalam hal pembenihan. Cara yang dilakukan oleh orang-orang Sunda (Jawa Barat) adalah dengan mempersiapkan kolam pembenihan. Luas yang dimiliki oleh kolam sekitar 25—30 meter persegi. Dasar kolam pemijahan harus memiliki sedikit lumpur. Sebelum dipakai, kolam dikeringkan terlebih dahulu. Jika kolam diisi air kembali pada pagi hari, induk ikan harus dimasukkan paling tidak pada sore hari. Setelah proses persiapan kolam selesai, kolam diisi dengan ijuk. Ijuk ini sebagai tempat induk ikan bertelur.

  1. Pembenihan cara cimindi

Jika Anda ingin melakukan cara pembenihan yang berbeda, Anda bisa menggunakan cara cimindi. Luas kolam yang dibutuhkan adalah sama dengan cara sunda. Cara memperlakukan kolam pun sama dengan cara sunda, tetapi dalam cara cimindi, ijuk dijepit bambu dan diletakkan pada sudut kolam. Setelah proses pembenihan, induk ikan mas harus dipindahkan ke kolam lain. Setelah 2—3 minggu, benih-benih ikan dapat dipanen dan dilakukan pernyortiran untuk mendapatkan benih yang baik.

  1. Pembenihan cara rancapaku

Dalam rancapaku semua cara awal persiapan kolam sama dengan yang dilakukan untuk mempersiapkan kolam perawatan pada cimindi. Dalam cara rancapaku, bukan ijuk yang dijadikan tempat untuk menempelkan telur, melainkan rumput kering yang disebar merata di permukaan kolam. Induk ikan mas tetap di kolam penetasan dan pemeliharaan. Setelah benih semakin kuat dengan pemberian pakan yang baik, benih ikan mas siap panen pada usia 3 minggu.

  1. Sistem kawin suntik

Pada sistem ini, perawatan induk sangat diperlukan. Ikan betina dan jantan diberikan suntikan ekstrak kelenjar hyphofise. Suntikan ini akan bereaksi setelah 6 jam dan induk ikan mas akan terangsang untuk segera melakukan pemijahan. Ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam melakukan sistem kawin suntik. Hal yang pertama adalah mempersiapkan kolam perawatan tanpa cadas dan lumpur. Air harus dalam kondisi tidak keruh, kadar oksigen cukup, dan suhu antara 25°C. Ijuk dan tanaman air dijadikan kakaban untuk tempat telur-telur ikan. Makanan yang diberikan harus mengandung protein sebanyak 25% dan diberikan sebanyak 2 kali dalam sehari secara teratur.

loading...
loading...