Harga Beras di Lampung Melonjak Akibat Berakhirnya Masa Panen

0

Pertanianku – Masa panen beras di Provinsi Bandar Lampung telah berakhir pada akhir September lalu. Hal inilah yang membuat harga beras di pasar-pasar Bandar Lampung melonjak. Kenaikan harga beras berbagai kualitas di pasar tradisional Kota Bandar Lampung berkisar Rp600—Rp900/kg.

Harga Beras di Lampung Melonjak Akibat Berakhirnya Masa Panen

“Sekarang memang lagi naik harga beras, karena panen sudah habis bulan lalu,” kata Aman, salah seorang penjual beras kemasan di Pasar Tani, Kemiling, Bandar Lampung, seperti dilansir Republika.co.id (4/10).

Aman mengatakan meski harga naik, stok beras masih lancar dan normal, belum ada pengurangan. Menurutnya dalam waktu sebulan ke depan, harga beras diperkirakan melonjak lagi karena stok gabah di penggilingan mulai berkurang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, Yeane Irmaningrum, mengatakan harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp4.800/kg pada gabah kualitas gabah kering panen (GKP) dengan varietas Ciherang. Ini terdapat di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Sementara itu, harga gabah terendah mencapai Rp3.800/kg untuk gabah kualitas GKP varietas Muncul dan IR 64. Ini terdapat di Kecamatan Sragi dan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. “Namun, harga tersebut di atas harga pembelian pemerintah (HPP), yaitu Rp3.750/kg,” Lanjut Aman.

Aman mengungkapkan harga gabah di tingkat petani dan penggilingan naik pada September 2016. Hal ini disebabkan oleh berlalunya masa panen raya. Peningkatan rata-rata harga kelompok kualitas GKP di tingkat petani 4,12% dari Rp4.142,86/kg menjadi Rp4.313,48/kg.

Di tingkat penggilingan dengan kelompok kualitas yang sama naik 4,21 persen dari Rp4.227,98/kg menjadi Rp4.405,87/kg. Menurutnya, pemantauan harga yang terbanyak berasal dari Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Selatan masing-masing sembilan observasi sebesar 37,50%. Sementara itu, di kabupaten Pringsewu, Lampung Timur, masing-masing tiga observasi 12,50%.

loading...
loading...