Harga Cabai di Binjai Tembus Rp85.000/kg


Pertanianku – Cabai merah di pasar tradisional Kota Binjai, Sumatera Utara naik secara signifikan mencapai Rp85.000/kg. Hal ini karena pasokan cabai terus berkurang di daerah tersebut. Inilah yang membuat cabai sulit didapatkan.

Harga Cabai di Binjai Tembus Rp85.000/kg

“Kenaikan ini sudah terjadi sejak seminggu yang lalu,” jelas salah seorang pedagang di Pasar Tavip Binjai Nelson, seperti dilansir Okezone (12/10).

Kenaikan harga cabai terjadi disebabkan oleh pasokan yang terus mengalami penurunan dari daerah produksi seperti di Kabupaten Tanah Karo, Kabupaten Langkat, dan Aceh.

Padahal, pascaperayaan Idul Idha 1437 Hijriah atau terhitung mulai akhir September 2016, harga cabai merah sempat turun menjadi Rp40.000 per kg.

Menurut Nelson, pasokan tersebut mulai berkurang dalam satu pekan terakhir sehingga harga sayuran, terutama cabai merah mengalami peningkatan.

Jika tidak ada penambahan pasokan dalam waktu dekat ini, bukan tidak mungkin harga cabai merah di Binjai bisa sampai Rp100.000/kg.

Rima Bangun, salah seorang pedagang lainnya menjelaskan, kenaikan harga cabai merah turut memicu penurunan omset pedagang, karena berkurangnya permintaan ke pasar.

“Pastilah pengaruh ke omset. Biasanya itu orang beli cabai merah 1 kg, sekarang paling hanya seperempat. Bahkan, ada yang lebih mau beli cabai hijau atau cabai rawit saja dari pada membeli cabai merah,” ucap Rima.

Kondisi seperti ini juga memicu harga komoditas pangan lainnya yang ikut melonjak. Meski telah mengalami penurunan sejak dua pekan lalu. Namun, harga sayuran dirasa masyarakat Binjai masih tinggi.

Di pasaran, cabai rawit dijual Rp36.000/kg, cabai hijau Rp30.000/kg, tomat Rp5.000/kg, kentang Rp12.000/kg, bunga kol Rp15.000/kg, sawi pahit Rp12.000/kg, dan sawi putih Rp7.000/kg. Sementara itu, harga bawang putih dibanderol sekitar Rp34.000/kg, bawang merah Rp26.000/kg, kunyit Rp10.000/kg, dan jahe Rp9.000/kg.

Baca Juga:  Ribuan Hektar Sawah di DIY Terdampak Bencana Siklon Tropis
loading...
loading...