Harga Cabai di Purwakarta Naik Turun


Pertanianku – Saat ini masyarakat di Kabupaten Purwakarta dibuat bingung dengan harga cabai rawit yang mengalami naik turun. Hal ini mengakibatkan banyak pedagang sayur keliling di daerah setempat tidak menjual cabai. Imbasnya, pedagang banyak diprotes ibu-ibu rumah tangga.

Yatinah, salah seorang pedagang sayur asal Gang Beringin, Kelurahan Nagri Kaler, mengatakan harga cabai tertinggi sempat di level Rp120.000 per kg untuk cabai rawit merah. Posisi tersebut berlangsung selama dua pekan. Awal pekan ini turun menjadi Rp100.000 per kg, tetapi turunnya hanya dua hari.

“Hari ini, harganya naik lagi jadi Rp110.000 per kg,” kata Yatinah seperti dikutip Republika (20/1/2017).

Karena itu, ketimbang merugi, Yatinah memutuskan untuk tidak membeli cabai rawit dulu sampai harganya turun. Kalaupun ada yang menanyakan komoditas ini, dirinya membuka pesanan. “Kalau pesan, pasti akan dibeli berapa pun harganya,” lanjutnya.

Pedagang lainnya, Eman Sulaeman mengaku banyak suka dukanya berjualan cabai ini. Namun, paling banyak dukanya. Sebab, dengan mahalnya harga cabai ini, dirinya banyak diprotes ibu-ibu rumah tangga.

“Saya sering kena semprot ibu-ibu di komplek perumahan,” tutur Eman.

Petani cabai rawit asal Desa/Kecamatan Bojong, Ahmad Sumarna, mengaku dengan mahalnya harga cabai rawit ini petani meraup keuntungan yang lumayan. Pasalnya, harga jual dari petaninya ke pedagang atau pengepul mencapai Rp95.000—Rp97.000 per kg.

“Kami lagi menikmati harga yang bagus,” lanjutnya.

Padahal, saat harga cabai rawit merah normal, dirinya menjual ke pengepul paling mahal hanya Rp45.000 per kg. Namun, saat ini harga jualnya meningkat dua kali lipat.

Baca Juga:  3.000 Petani Tanam 45.000 Bibit Pohon di Gunung Kidul
loading...
loading...