Harga Ikan Melonjak Akibat Tangkapan Ikan Berkurang


Pertanianku – Hasil tangkapan ikan nelayan di Desa Glayem, Kecamatan, Juntinyuat, Kabupaten Indramayu menurun. Hal ini disebabkan oleh cuaca dan gelombang air laut yang tidak menentu yang membuat nelayan tidak dapat melaut. Tentu saja hal ini berdampak pada naiknya harga ikan di pasaran.

harga-ikan-melonjak-akibat-tangkapan-ikan-berkurangSekretaris KUD Sri Mina Sari Glayem, Dedi Aryanto, menyampaikan, dalam kondisi normal, hasil tangkapan nelayan dalam satu hari melaut rata-rata mencapai lebih dari Rp1 juta. Namun, karena cuaca buruk hasil tangkapan nelayan hanya berkisar antara Rp500.000—Rp800.000. “Kondisi ini sudah terjadi sejak dua minggu terakhir,” ungkap Dedi, seperti dilansir dari Republika, (28/11).

Dedi mengungkapkan, bahwa kondisi saat ini sangat merugikan nelayan. Pasalnya, dari hasil melaut itu, harus dipotong biaya melaut sebesar Rp500.000.

“Bayangkan kalau hasil melautnya saja Rp500.000, sedangkan biaya melautnya juga Rp500.000. Tidak ada yang bisa diperoleh nelayan,” tambah Dedi.

Dedi menyebutkan, kapal nelayan di desanya merupakan kapal kecil berukuran 5—9 gross ton (GT). Setiap kapal, beranggotakan enam sampai 15 orang anak buah kapal (ABK), tergantung ukuran kapalnya. Mereka hanya berlayar di sekitar perairan Indramayu.

Berkurangnya hasil tangkapan nelayan itu secara otomatis membuat harga ikan menjadi naik. Apalagi, dalam waktu bersamaan, permintaan ikan juga tetap tinggi. Selain untuk memenuhi kebutuhan rumah makan di daerah Indramayu dan Cirebon, hasil tangkapan nelayan Glayem juga dikirimkan ke Jakarta. “Harga ikan naik di kisaran 10—20%,” tutur Dedi.

Seperti ikan bawal, yang semula di kisaran Rp25.000 per kg kini menjadi Rp30.000 per kg. Selain itu, cumi yang awalnya hanya sekitar Rp30.000 per kg, saat ini mencapai Rp40.000 per kg.

Sementara itu, ketika ditanyakan mengenai penyebab berkurangnya hasil tangkapan nelayan, Dedi menyebutkan, hal itu terjadi karena kondisi cuaca dan gelombang yang tidak menentu. Akibatnya, ikan menjadi sulit ditangkap.

Baca Juga:  Hama Wereng Menyerang, Kementan Yakin Tak Ganggu Produksi Padi

Wasdi, Salah seorang nelayan mengatakan, hasil tangkapan selama dua minggu terakhir memang sulit. Dia bahkan pernah tidak memperoleh hasil tangkapan sama sekali.

“Pusing kalau seperti ini. Hasil tangkapan minim, tapi asap dapur harus tetap mengepul,” ujar Wasdi.

loading...
loading...