Harga Pangan Diprediksi Akan Picu Inflasi pada November


Pertanianku – Harga pangan di tanah air diperkirakan menyebabkan inflasi pada November lebih tinggi dibanding Oktober 2016 lalu. Bahkan, lebih besar dibandingkan dengan November tahun lalu. Salah satunya dipicu oleh harga pangan yang fluktuatif akibat cuaca.

mentan-targetkan-kawasan-indonesia-timur-swasembada-pangan

Menko Perekonomian Darmin mengungkapkan, meskipun harga barang masih stabil, inflasi pada November ini akan banyak dipengaruhi oleh pangan. Jika harga pangan sulit terkendali, inflasi diperkirakan melonjak.

“Kemarin itu jangan dianggap tantangan, seandainya inflasi dari administered price itu rendah sekali, tapi pangan tetap ada. Mungkin November—Desember ada inflasi. Saya tidak tahu juga berapa angkanya, tapi akan lebih tinggi dari sebelumnya,” ujar Darmin seperti dikutip Liputan6 (30/11).

Sang Menteri mengatakan bahwa harga pangan akan sangat bergantung pada cuaca dan musim. Untuk beberapa komoditas pertanian, cuaca dengan curah hujan yang tinggi mungkin akan cocok, tapi hal tersebut tidak berlaku untuk komoditas yang lain.

“Karena begini, ini musimnya, pangan sangat erat dengan musim. Musimnya ini adalah musim hujan enggak banyak, sehingga kelihatannya untuk padi cocok, tapi cabai bawang tidak, bahkan jagung juga,” lanjutnya.

Melihat hal tersebut, Darmin memperkirakan inflasi pada November ini cenderung tinggi. Namun, dia belum bisa memastikan angka inflasi pada bulan ini.

“Seberapa besar saya tidak bisa memprediksi tapi inflasi kita di November akan lebih tinggi dari tahun lalu,” tutup Darmin.

Baca Juga:  KKP Panen Lele Sistem Bioflok di daerah Perbatasan RI–Malaysia
loading...
loading...