Hutan Seluas 62.000 Hektare Ditanami Tebu

Pertanianku – Indonesia merupakan salah satu negara yang biasa mengimpor gula dari luar negeri. Hal ini dikarenakan perkebunan tebu di Indonesia tidak mencukupi. Padahal, permintaan akan gula di Indonesia sangatlah tinggi. Menanggapi masalah tersebut tidak membuat pemerintah diam. Pemerintah memberikan solusi dengan menyulap lahan hutan menjadi perkebunan tebu.

Hutan Seluas 62.000 Hektare Ditanami Tebu

Terdapat lahan seluas 62.000 hektare yang terdapat di Pulau Jawa dan Sumatera telah dipersiapkan untuk ditanami tebu. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy M. Mauna. Denaldy mengungkapkan, rencana untuk menjadi lahan hutan sebagai perkebunan tebu telah dibicarakan dengan PT Perkebunan Nusantara III holding perkebunan dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Dalam pembicaraan, disepakati budidaya tanaman tebu dilakukan di kawasan hutan. “Nanti juga ada dukungan pendanaan dari PT Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia, serta PT Bank Rakyat Indonesia,” ucap Denaldy, seperti mengutip dari Okezone (4/11).

Denaldy menambahkan, dalam kerja sama ini Perhutani bertugas menyediakan lahan kawasan hutan untuk budi daya tanaman tebu dengan pola agroforestry.

Mekanisme itu dimulai dari pengelolaan bibit, angkut hasil, peningkatan produksi, dan produktivitas tanaman tebu sampai pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan. Agroforestry adalah pola budidaya lahan kawasan hutan untuk mengatasi masalah kekurangan lahan pangan. Pola agroforestry dilakukan dengan kaidah pengelolaan hutan lestari.

“Saat ini kami menerapkan sistem tebang tanam dengan komposisi perbandingan 1:9. Artinya, dari setiap hektare yang ditebang, kita tanam kembali sembilan kalinya untuk menjaga kelestarian sumber daya hutan,” jelas Denaldy.

Lahan hutan seluas 62.000 hektare tersebut berada di wilayah KPH Indramayu, KPH Majalengka, KPH Semarang, serta wilayah Perhutani Jawa Timur.

Sebagian lahan juga berada di Lampung. Namun, hingga saat ini Perhutani dan PTPN masih melakukan survei lahan di wilayah-wilayah tersebut yang cocok untuk tanaman tebu. Selain tebu, lanjutnya, lahan hutan juga dimanfaatkan untuk tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai.

Ada sekitar 5.289 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) terlibat dalam sistem Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dengan total produksi 650 ton jagung dan tanaman pangan lainnya pada semester pertama tahun ini.

Sementara itu, Direktur PT RNI Didiek Prasetyo menuturkan, kerja sama ini membantu pihaknya yang saat ini kekurangan lahan tanam tebu seluas 20.000 hektare. Penambahan lahan yang dipakai untuk menanam tebu menjadi harapan baru di tengah kebutuhan pasokan tebu yang terus meningkat tiap tahunnya.

“Harapannya, kekurangan lahan tanam tebu dapat terbantu dengan kerja sama ini agar kebutuhan gula nasional segera tercapai,” ungkap Didiek.

loading...
loading...