Impor Jagung RI Turun Sebanyak 66 Persen

0

Pertanianku – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa dalam beberapa bulan ke depan RI akan over supply jagung. Hal ini bisa terjadi karena kerja sama yang dilakukan pemerintah dengan pihak swasta.

Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) merupakan perusahaan swasta yang digandeng Kementerian Pertanian untuk melakukan kerja sama menyerap produksi jagung local. Hal ini terbukti ampuh dengan turunnya impor jagung Indonesia sebesar 66%.

“Kita bekerja bersama-sama sehingga produksi kita meningkat, ini sinergi yang baik dan impor jagung kita turun 66%. Sehingga sekarang mereka justru ada kekhawatiran over suplai dalam waktu dekat,” ujar Mentan belum lama ini di Kantor Kementan di Jakarta, seperti dilansir Okezone (19/1/2017).

Over supply sendiri diprediksi akan terjadi pada musim panen Maret—April 2017 nanti yang akan mencapai 12 juta ton atau naik dari tahun lalu yang hanya sebesar 10 juta ton.

“Kebutuhan jagung kita baik untuk pakan maupun konsumsi hanya sebsar 1,7 juta ton per bulan atau 20,4 ton per tahun,” paparnya.

Dengan over supply ini, Kementan dan GPMT juga akan meminta kerja sama dengan Bulog untuk menyimpan sebagian jagung di gudang Bulog. Sebab, gudang GPMT tidak mampu menampung produksi yang berlebih.

loading...
loading...