Ingin Budidaya Ikan Kakap Berhasil? Lakukan Hal ini

0

Pertanianku – Ikan kakap merupakan salah satu komoditas perikanan yang permintaannya cukup tinggi, baik ikan kakap merah maupun kakap putih. Ikan ini adalah ikan perairan peralihan. Maksudnya, ikan kakap biasa hidup di daerah mangrove di pinggir pantai.

Ingin Budidaya Ikan Kakap Berhasil? Lakukan Hal ini

Meskipun ikan kakap air asin (laut) lebih memiliki bobot yang besar, ikan kakap yang dibudidayakan di air tawar akan lebih mudah dibudidayakan. Sebenarnya, pembudidayaan ikan kakap tidak terlalu sulit untuk dibudidayakan. Biaya produksi untuk membudidayakannya pun cukup terjangkau dan tidak memakan biaya besar. Berikut teknik budidaya ikan kakap.

  • Ikan kakap merah, ikan ini memiliki bentuk yang memanjang serta agak pipih. Ikan kakap merah bahkan bisa hidup di daerah perairan yang dangkal.
  • Kakap tambak, ikan ini bisa hidup pada kedalaman yang mencapai 100 meter. Ikan kakap tambak memiliki warna cokelat serta di bagian bawah berwarna keperakan.
  • Kakap putih, ikan ini paling sering dibudidayakan. Warna yang mendominasi ikan ini memang putih serta perak yang terdapat di perut. Ikan kakap putih memiliki rasa yang gurih walaupun tanpa diberi bumbu sekalipun.

Pada saat proses budidaya ikan kakap, Anda harus memerhatikan segala hama serta penyakit yang dapat menjangkitinya. Bakteri yang sering menyerang kakap ialah Streptococcus iniae. Jika ikan yang Anda pelihara terjangkit bakteri ini, ikan akan berubah menjadi gelap serta kehilangan keseimbangannya. Ikan hanya akan berenang berputar-putar, dan akan timbul bintik di area kulit.

Untuk menghindari penyakit ini, Anda harus memberi makan secara wajar, serta melakukan penanganan yang halus. Selain bakteri tersebut, ikan juga bisa terkena parasit atau kutu kulit. Kutu ini sangat sulit untuk diamati karena memiliki warna yang transparan.

Jika ingin mengembangkan usaha ini di laut, Anda harus memenuhi persyaratan teknis berikut.

  • Pilihlah perairan laut yang terlindung dari angin serta gelombang tinggi. Gelombang yang cukup tinggi ini tidak begitu baik untuk kakap.
  • Kedalaman air untuk pertumbuhan kakap ini ialah 5—7 meter.
  • Pergerakan air dengan arus 20—40 cm/detik merupakan pergerakan air yang paling tepat.
  • Untuk kadar garam, sebaiknya Anda juga harus memperkirakannya. Ini karena kakap tidak cocok untuk air yang terlalu asin.
  • Lokasi harus bebas dari berbagai macam pencemaran.

Agar budidaya ikan kakap berhasil, tentu saja Anda harus melakukan perawatan dan pemeliharaan induk dengan baik, mengamati kematangan betina yang sudah bisa dipanen, berhati-hati dalam proses pemijahan, serta rajin menjaga kebersihan kolam. Selain hal tersebut, Anda juga harus lebih teliti dalam pemberian pakan.

Sering kali kita memberikan pakan yang berlebih agar mendapatkan hasil yang maksimal. Padahal, pemberian pakan yang berlebihan justru akan membuat ikan gampang mati serta terserang berbagai virus. Jadi, sebaiknya berikan pakan sesuai porsi yang dianjurkan.

loading...
loading...