Ingin Budidaya Kentang Berhasil? Begini Caranya


Pertanianku – Kentang merupakan salah satu tanaman umbi yang banyak dikonsumsi masyarakat. Seperti yang kita tahu, kentang merupakan sumber karbohidrat rendah gula. Bahkan, kadar gula kentang lebih rendah daripada nasi. Selain itu, kehadiran kentang goreng (french fries) yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat menjadikan komoditas kentang semakin meningkat di pasaran.

Ingin Budidaya Kentang Berhasil? Begini Caranya

Sebelum membudidayakan kentang, sebaiknya Anda perlu menguasai syarat tumbuh kentang terlebih dahulu. Jika lahan yang dimiliki telah sesuai, Anda bisa memulai budidaya kentang.

Budidaya kentang memang cocok dilakukan di Indonesia. Namun, tanaman ini akan tumbuh dengan maksimal jika penanaman dilakukan di dataran tinggi. Jika Anda mencoba budidaya kentang di dataran rendah, hasil panen kentang yang dihasilkan akan berukuran kecil dan berkualitas kurang baik.

Kentang merupakan jenis tanaman yang membutuhkan curah hujan sedang sekitar 1.500 mm per tahunnya. Kentang akan tumbuh dengan optimal pada suhu antara 15—18 derajat Celsius di malam hari dan 24—30 derajat Celsius di siang hari. Suhu seperti ini bisa diperoleh di daerah beriklim sejuk seperti pegunungan misalnya.

Persiapan budidaya kentang

Seperti budidaya tanaman sayur lainnya, ada beberapa teknik budidaya kentang yang harus Anda perhatikan. Berikut beberapa tahapan cara budidaya kentang agar berhasil dan mendapatkan panen maksinal.

Persiapan lahan

Sebelum memulai budidaya kentang, Anda perlu mempersiapkan lahan untuk menanam. Ini karena kentang membutuhkan lahan yang subur, gembur, dan berhumus. Hal ini penting untuk diingat agar hasil panen kentang nantinya bisa optimal.

Pengolahan lahan dilakukan dengan pembajakan sebanyak dua kali untuk menciptakan tanah yang kaya humus dan gembur. Perlakuan membajak diimbangi dengan mencangkul agar tanah benar-benar sesuai dengan harapan Anda. Membajak dan mencangkul kembali dilakukan setelah proses pembajakan dan pencangkulan pertama selesai dilakukan selama beberapa hari.

Baca Juga:  Pertanian Berbasis Teknologi Mampu Dongkrak Swasembada pangan

Tanah yang akan ditanami kentang perlu ditambah ketinggiannya. Hal ini bukanlah tanpa alasan. Peninggian lahan bertujuan tanah kaya akan udara. Selain itu, proses tersebut tidak sulit dilakukan karena dapat dilakukan sambil membajak dan mencangkul.

Pembibitan kentang

Proses pembibitan kentang dapat Anda lakukan sendiri, yakni dengan menyimpan kentang hingga bertunas di gudang selama kurang lebih 4 bulan. Namun, bagi Anda yang ingin membeli bibit kentang, bisa mendapatkanya di beberapa toko yang menjual tanaman dan bibit.

Yang perlu Anda ingat dalam membeli bibit pohon kentang, belilah bibit berkualitas dan sehat. Ciri fisik bibit kentang yang baik adalah seukuran telur bebek atau telur ayam dengan berat bibit berkisar 30—80 gram. Tunas yang baik untuk ditanam adalah tunas yang berukuran 2—3 cm dan berjumlah 3—5 tunas setiap bibit kentang.

Penanaman

Setelah menyiapkan lahan dengan baik dan melakukan pembibitan dengan benar, kini saatnya Anda mulai menanam bibit kentang dengan yang tepat. Penanaman kentang ini idealnya dilakukan kira-kira satu minggu setelah lahan disiapkan.

Berikut panduan penanaman kentang dengan benar.

  • Tanam bibit tanah sedalam kira-kira 8 cm di bawah permukaan tanah. Kedalaman tanah ini harus ideal, jangan sampai kentang terkubur terlalu dalam di dalam tanah.
  • Pilih tunas bibit kentang yang paling baik dan letakkan tunas tersebut menjulang ke atas permukaan tanah sehingga yang terlihat dari permukaan tanah adalah tunasnya saja.
  • Semprotkanlah tunas tersebut dengan pestisida dengan ukuran ideal 500 liter larutan per hektar agar tanaman kentang dapat bertahan dari serangan hama di awal masa tumbuhnya.

Pemupukan dan penyiangan

Tahapan yang satu ini merupakan tahapan yang cukup rumit, tetapi bisa dilakukan. Tahap pemupukan tanaman kentang dilakukan selama 20 hari sekali untuk menghasilkan panen kentang yang optimal.

Baca Juga:  Begini Caranya Agar Produksi Jagung RI Meningkat

Pemberian pupuk NPK dilakukan saat umbi mulai tumbuh, yakni sekitar 30 hari setelah penanaman. Kemudian, pada fase hari ke-40 setelah penanaman, kentang kembali diberikan pupuk dengan HP tinggi (bisa didapatkan di toko pupuk). Setelah itu, pada hari ke-60 setelah penanaman, kentang kembali dipupuk dengan pupuk PK tinggi dan pada hari ke-90 kentang diberikan pupuk dengan HP tinggi.

Selain memupuk, penyiangan juga sangat penting untuk dilakukan. Gulma dan berbagai hewan pengganggu harus disingkirkan dari tanaman kentang agar dapat tumbuh maksimal.

Perlu Anda ketahui bahwa bunga yang tumbuh pada tanaman kentang harus segera dibuang dan pemberian air tidak boleh berlebihan.

Pemanenan

Kentang baru bisa dipanen saat berumur 85 hari setelah masa tanam, atau saat bagian atas kentang telah mengering.

loading...
loading...