Ingin Memperindah Pekarangan Rumah? Yuk Budidaya Jeruk Lemon!

Pertanianku – Jeruk lemon adalah tanaman buah yang masih satu famili jeruk-jeruk yang lain. Akan tetapi, lemon memiliki keunikan jika dibandingkan dengan jeruk jenis lainnya. Jeruk lemon memiliki kulit berwarna kuning dengan bentuk buah yang lonjong dan rasa buahnya asam manis. Buah ini biasanya digunakan sebagai garnish atau minuman yang menyegarkan.

Ingin Memperindah Pekarangan Rumah? Yuk Budidaya Jeruk Lemon!

Jika dilihat dari kandungannya, buah ini kaya akan vitamin C sehingga bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Sekarang ini produk olahan kemasan dengan rasa lemon sudah tidak terhitung lagi, mulai dari sirup, selai, jus, minuman ringan, sampai makanan ringan juga ada. Hal ini menunjukkan bahwa lemon punya penggemar tersendiri dan pangsa pasarnya cukup terbuka lebar. Tidak ada salahnya Anda mencoba dan mengaplikasikan panduan budidaya jeruk lemon.

Persiapan lahan

Untuk memulai budidaya jeruk lemon, hal pertama yang harus Anda siapkan adalah lahan. Siapkan lahan tanam dengan membajak  atau mencangkul tanah yang lebih dulu diberi pupuk kandang/kompos sebagai pupuk dasar. Jika tanah keadaannya terlalu asam, tambahkan dolomit/kapur pertanian. Selanjutnya, buatlah lubang tanam sedalam 30 cm dan beri pupuk urea dengan dosis 200 kg/hektare. Dosis bisa disesuaikan dengan kondisi lahan tanam, bila sudah cukup subur maka dosisnya dikurangi, dan jika telalu gersang bisa ditambahkan.

Pembibitan jeruk lemon

Pembibitan bisa dilakukan dengan metode cangkok, okulasi, atau biji. Namun yang lebih baik adalah dengan cangkok atau okulasi. Pilih batang pohon yang berdiameter minimal di atas 5 cm dan bentuknya lurus. Lakukan pencangkokan seperti biasa dan tunggu sampai keluar akar. Potong batang dan semaikan selama sebulan di polybag. Semai sampai benar-benar bisa tumbuh dengan akar. Jika sudah siap, tanam di lahan.

Penanaman

Tanam bibit yang sudah siap pada lahan tanam dengan jarak 70—100 cm antartanaman. Usahakan penanaman pada lahan yang tidak terhalangi pohon lain agar sinar matahari mengenai tanaman secara langsung. Sediakan lubang yang mengelilingi tanaman sebagai tempat pemupukan. Siram air secara berkala setiap pagi dan sore hari selama 2 minggu berturut-turut. Jaga agar tanaman tidak mati. Bila ada yang mati atau tidak tumbuh baik, segera ganti dengan yang baru.

Pemeliharaan

Lakukan pemupukan selama 4 kali dalam satu tahun. Berikan pupuk kandang, TSP, ZA, dan kompos dengan takaran yang cukup, yakni 1:1:1:1. Jangan lupa lakukan pemangkasan pada batang lemon agar pertunasan bisa terjadi dan tanaman cepat berbunga. Setiap ada tumbuhan liar atau gulma harus segera disingkirkan agar nutrisi terserap maksimal. Jauhkan tanaman dari hama dan penyakit. Jika tanaman terserang hama dan penyakit, gunakan pestisida dan obat sesuai dengan dosis dan anjuran yang semestinya.

Pemanenan

Pemanenan dilakukan saat lemon sudah benar-benar matang. Umumnya, jeruk lemon bisa dipanen mulai umur 30—36 minggu setelah tanam. Pastikan buah matang di pohon. Sebab, buah jeruk berhenti melakukan pematangan setelah dipetik.

Cukup mudah bukan untuk membudidayakannya. Jika Anda berminat, silakan mencobanya sendiri. Selamat bercocok tanam.

loading...
loading...