Ingin Tabulampot Mangga Berbuah Lebat? Inilah Triknya


Pertanianku – Memiliki lahan yang terbatas tidaklah menjadi hambatan bagi seseorang yang ingin bercocok tanam di pekarangan rumah. Terlebih saat ini banyak masyarakat gemar menanam buah di pekarangan. Salah satu caranya adalah membudidayakan tanaman buah dalam pot (tabulampot). Tabulampot saat ini banyak kita temukan di hampir setiap rumah-rumah warga.

Ingin Tabulampot Mangga Berbuah Lebat? Inilah Triknya

Salah satu pohon buah yang dapat ditanam di pot adalah mangga. Selain menghasilkan buah yang lezat, mangga juga dapat menjadi penghias rumah. Ada beberapa jenis tanaman mangga yang bisa dijadikan tabulampot seperti varieatas chokanan, namdokmai, modenko, mangga apel, irwin, manalagi, pawpaw, khioe, dan arummanis. Namun, apakah tabulampot mangga Anda memiliki buah yang lebat? Berikut beberapa cara membuat tabulampot mangga berbuah lebat.

Pemupukan
Lakukan pemupukan untuk merangsang pembungaan, yaitu dengan memberikan pupuk NPK 15:15:15 sebanyak 30 gram tiap pot. Aplikasikan pemupukan secara interval satu kali sebulan hingga bunga tabulampot mangga muncul. Tambahkan pupuk kandang sebanyak dua kaleng susu kecil agar unsur hara pada media tanam tetap seimbang. Saat bunga mulai berkembang, lakukan kembali pemupukan dengan menggunakan pupuk NPK. Sebelum memberikan pemupukan, larutkan pupuk terlebih dahulu ke dalam air dengan perbandingan satu sendok makan pupuk dalam 5 liter air.

Jika pupuk sudah diaduk dengan rata, siramkan pada media tanam sebanyak setengah hingga satu liter untuk masing-masing pot. Pemupukan NPK juga bisa digantikan dengan pupuk cair seperti intanik. Larutkan 10 ml pupuk intanik ke dalam 10 liter air. Jika sudah dilarutkan, semprotkan larutan pupuk tersebut pada permukaan bawah daun tanaman secara merata. Pemupukan dapat dilakukan pada pagi hari agar tidak layu oleh terik matahari.

Pemangkasan
Untuk mencapai hasil maksimal sebaiknya pemangkasan rutin dilakukan sejak tanaman berumur satu bulan. Pemangkasan pertama dilakukan pada bagian batang pokok hingga mencapai tinggi 70—100 cm. Dari pemangkasan tersebut akan muncul cabang primer. Pilih batang primer dan pelihara tiga batang primer hingga panjangnya 50—75 cm. Jika jumlah dan panjangnya lebih, sebaiknya dipangkas. Dari ketiga cabang primer tersebut akan tumbuh pula cabang sekunder. Pilih dan pelihara tiga cabang sekunder dengan panjang 30—50 cm. Dan dari cabang sekunder ini akan tumbuh pula cabang tersier.

Baca Juga:  Wajib Tahu! Khasiat Ajaib dari Buah Naga

Pelihara cabang sekunder sepanjang 20 cm agar dapat menopang buah dengan kuat/tidak mudah patah jika terdapat buah. Pangkas juga daun-daun yang lebat dan cabang-cabang yang negatif seperti sakit, patah, terbakar, dan sebagainya.

Stres air

Pembentukan buah mangga dipengaruhi oleh kondisi bulan basah dan bulan kering. Namun, kondisi tersebut sulit terjadi. Oleh karena itu, lakukanlah stres air agar lebih efisien dan mudah. Caranya, dengan mengurangi penyiraman hingga tanaman mangga tampak layu dan media tanam mengering. Lalu, lakukan penyiraman kembali sedikit demi sedikit hingga tanaman segar. Ulangi aplikasi tersebut sekitar 4 hingga 5 kali sampai calon bunga muncul. Saat perlakuan stres air, tempatkan tabulampot mangga di tempat yang langsung mendapat sinar matahari.

ZPT

Zat pengatur tumbuh (ZPT) dapat diberikan pada tabulampot mangga untuk memicu munculnya bunga. Jenis-jenis ZPT tersebut ialah Dekamon, Gibberelin, dan Cultar yang disemprotkan pada pucuk yang tidak memiliki daun muda. Senyawa ZPT lainnya ialah KNO3, CEPA, dan paklobutrazol.

loading...
loading...