Inilah Alasan Harga Pangan Organik Mahal


Pertanianku — Proses produksi bahan pangan organik tidak menggunakan pestisida dan pupuk kimia. Produk ini menjamin tidak adanya logam berat yang bisa membahayakan tubuh manusia.

Tidak Ada Dasar Ilmiah Mengenai Hubungan antara Makanan Organik dan Kesehatan

Jaminan ini yang membuat banyak orang mulai memburu pangan organik. Meskipun harga pangan organik lebih mahal ketimbang pangan non-organik. Harga yang tinggi pada pangan organik bukan berasal dari perawatan tanaman atau proses budidayanya, melainkan sertifikasi organik.

“Perawatan (tanaman organik) itu lebih murah. Tapi yang membuatnya mahal justru sertifikat organik,” tegas Profesor Anas D. Susila, ahli sayuran dan pertanian organik seperti dikutip dari CNNIndonesia.com (16/10).

Menurut Anas budidaya organik tergolong lebih murah karena menggunakan pupuk kandang yang bisa dibuat sendiri. Namun, untuk memperpanjang sertifikat organik harganya mencapai Rp12 juta per tahun.

Harga mahal pada pangan organik seperti sayur memang disengaja untuk menyejahterakan petani. Satu kilogram kangkung organik yang dijual di pasar tradisional hanya berkisar Rp1.000,00. Sementara itu, di supermarket kangkung dihargai lebih dari enam kali harga di pasar tradisional. Kondisi ini tentu saja dapat meningkatkan pendapatan petani. Apalagi, jika dibandingkan dengan budidaya non-organik, petani bisa meraih pendapatan jauh lebih besar lagi.

“Dalam tiga bulan, petani (organik) dengan lahan satu hektare bisa mendapat penghasilan Rp30 juta. Sedangkan kalau tanam padi, misalnya, tiga bulan hanya Rp10—12 juta,” papar Anas.

Kondisi ini membuat banyak petani pada akhirnya lebih memilih untuk menerapkan budidaya organik. Hal yang sama pun terjadi pada mahasiswa yang belum lulus kuliah mau menjadi petani organik.

“Banyak pula mahasiswa yang belum lulus kuliah mau menjadi petani organik. Selain karena tidak kotor, mereka juga bisa mendapat uang saku tambahan sekitar Rp5—6 juta,” tambah Anas.

Baca Juga:  Petani Ini Kembangkan Bunga Kol Warna-warni

Menjalani budidaya pangan organik tidak bisa sembarangan. Kita harus tekun dan tidak terlena dengan penghasilan yang didapat. “Itulah masalah para petani, kalau sudah ada uang, tidak mau menanam (lagi),” tutur Anas. Selain itu, katanya, “tujuan penjualan makanan organik ini memang upper market. Sehingga kebijakan dari supermarket memang sesuai harga tersebut, karena dianggap specialty product.”

loading...
loading...