Inilah Jenis Itik yang Banyak Dibudidayakan

0

Pertanianku – Itik atau bebek adalah unggas yang banyak diternak oleh masyarakat. Itik memiliki nilai ekonomis sangat tinggi. Hal ini karena banyak restoran yang menyajikan berbagai menu bebek yang disukai oleh masyarakat. Budidaya itik pun dirasa memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan secara besar. Tidak hanya dagingnya yang bernilai jual tinggi, tetapi telurnya pun cukup diminati di pasaran.

Inilah Jenis Itik yang Banyak Dibudidayakan

Itik sebenarnya terdapat beberapa jenis yang memiliki ciri masing-masing. Mungkin beberapa orang belum mengetahui ternyata itik atau bebek memiliki banyak jenis. Bahkan, itik berbagai jenis ini berasal dari beberapa daerah yang berbeda dan memiliki ciri khas setiap daerahnya pula. Berikut beberapa jenis itik yang banyak dibudidayakan di Indonesia.

Itik mojosari

Itik mojosari adalah itik yang mulai diternakkan di daerah Modopuro, Mojosari, daerah Mojokerto Jawa timur. Jenis ini cepat sekali populer di kalangan masyarakat. Ini karena sebagian besar masyarakat lebih menyukai itik mojosari yang dianggap lebih empuk dibanding itik jenis lainnya. Selain itu, itik mojosari memiliki tubuh lebih ramping dan telur yang dihasilkan lebih besar.

Ciri itik mojosari hampir sama dengan itik tegal. Namun, ukuran tubuhnya lebih kecil, warna bulunya lebih kemerahan dengan corak warna cokelat, hitam, dan putih. Itik ini bisa mulai bertelur pada usia 6—7 bulan dengan produksi telur sebanyak 200 butir telur per tahunnya. Namun, bila perawatannya lebih efektif, bisa menghasilkan telur sebanyak 265 butir per tahunnya.

Itik bali

Itik bali banyak dibudidayakan di Bali dan Lombok. Keunggulan dari itik ini ialah daya tahan tubuhnya yang bagus sehingga bisa diternak di berbagai suhu yang berbeda. Cirinya hampir sama dengan bebek kebanyakan, tetapi badannya terlihat lebih lebar dan lehernya lebih pendek. Jenis ini mulai memproduksi telur di usia 23—24 minggu dengan produksi telur mencapai 153 butir telur per tahunnya dengan warna bulu sumbi. Untuk itik bali yang berbulu sumbian, dapat menghasilkan telur sebanyak 145 butir per tahunnya. Sementara itu, untuk itik yang berbulu sikep mampu menghasilkan 100 butir telur per tahunnya.

Itik tegal

Itik tegal adalah salah itik yang berasal dari Tegal. Ciri itik ini adalah bentuk badannya mirip botol, langsing, tegap, tingginya mencapai 50 m, lehernya membulat panjang, warna bulunya kecokelatan dengan istilah jarakan, bertotol hitam dan putih bercampur cokelat atau juga disebut branjangan. Selain itu, ada juga warnanya yang putih, kuning, dan abu-abu. Itik jenis ini dapat memproduksi telurnya di usia 22—24 minggu. Namun, di usia tersebut belum produktif karena usia produktifnya antara umur 1—2 tahun dengan produksi telur sebanyak 250 butir telur per tahun untuk itik yang berwarna branjangan. Untuk yang berwarna cokelat sekitar 200 butir per tahunnya, sedangkan yang berwarna putih sekitar 150 butir per tahunnya.

Itik rambon

Itik rambon berasal dari Cirebon atau Karawang. Itik ini merupakan hasil silangan dari itik cirebon dan itik alabio yang kemudian menghasilkan varian itik baru yang dagingnya lebih enak, serta produksi telurnya tinggi. Ciri itik ini adalah warna bulunya yang cenderung cokelat mengkilat dan paruhnya berwarna agak kehitaman, badannya tinggi ramping seperti botol dengan leher agak panjang. Itik ini memiliki birahi kawin yang tinggi sehingga cepat kawin. Untuk produksi telur, biasanya tidak mencapai 70% dan bahkan kebanyakan mencapai 80% dengan warna telur hijau setengah biru.

Itik alabio

Itik alabio cukup terkenal di Indonesia dan berasal dari Kalimantan. Jenis ini merupakan hasil persilangan antara bebek lokal Kalimantan dan bebek peking. Ciri dari jenis ini memiliki kepala yang mengecil dan paruhnya berwarna kuning, sedangkan warna bulunya biasanya kuning bercampur abu-abu dan ujung dada, sayap, dan kepala. Ada sembur warna hitam untuk yang betina, sedangkan yang jantan memiliki warna hitam abu-abu dan di bagian ekor terdapat bulu yang melengkung keluar. Itik ini selain menghasilkan daging juga menghasilkan telur yang lumayan, sekitar 130 butir per tahunnya bila diumbar. Namun, bila dikandangkan dengan dirawat secara intensif bisa menghasilkan 200—250 butir per tahunnya.

loading...
loading...