Kebutuhan Daging Sapi Diprediksi Tak Mencukupi Hingga Awal 2017


Pertanianku – Jelang perayaan pergantian tahun harga daging sapi masih akan diprediksi melambing tinggi bahkan hingga kuartal I 2017 mendatang. Salah satu pemicunya adalah stok yang dimiliki peternakan penggemukan sapi (feedloter) tidak mencukup kebutuhan. Dan hal ini akan diperparah di penghujung tahun karena stok daging sapi mulai menipis hingga awal tahun depan.

kebutuhan-daging-sapi-diprediksi-tak-mencukupi-hingga-awal-2017

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Dewan Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) Didiek Poerwanto.‎ Selain itu, izin terakhir impor sapi yang diberikan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) lebih kecil dibandingkan dengan perhitungan kebutuhan sapi untuk kuartal I 2017. Kemendag memberikan izin impor sapi bakalan terbaru sekitar 143 ribu ekor sapi, kemudian bertambah sekitar 30 ribu ekor sapi. Artinya, saat ini terdapat sekitar 173 ribu ekor sapi yang sedang digemukkan, dan siap dipotong untuk disebarkan pada awal 2017.

Namun, jumlah ‎ini dinilai masih kurang karena Gapuspindo mencatat bahwa kebutuhan daging sapi segar untuk kuartal I 2017 bisa mencapai 240 ribu ekor sapi. Berarti akan ada kekurangan stok sapi bakalan mencapai 67 ribu ekor‎, di mana satu ekor sapi bobotnya bisa mencapai 500 kg.

“‎(Sapi) Yang masuk dari izin terakhir ini aja udah kurang. Pasti akan kekurangan suplai dan nantinya harga bisa naik. Ini sih mekanisme pasar, suplai and demand,” papar Didiek seperti diberitakan Republika (29/12).

Selain izin impor yang terlalu sedikit dibandingkan dengan prediksi penyerapan, menurutnya, impor sapi bakalan pun terhambat oleh perubahan regulasi. Kebijakan yang awalnya hanya meminta feedloter mendatangkan sapi bakalan, dan berubah menjadi harus membeli sapi indukan, juga memberikan dampak signifikan.

Menurutnya, kebijakan yang baru, yakni dengan perbandingan 1 : 5 untuk indukan dan bakalan baru bisa dirampungkan pada Oktober. Peraturan baru ini memperlambat waktu impor sekitar 1,5 bulan. Hal tersebut kemudian akan berdampak pada waktu penggemukan yang diharuskan selama 120 hari, baru bisa dipotong dan dijual ke pasaran.

Baca Juga:  Walhi Aksi Tolak Pembangunan Pembangkit Listrik Batu Bara di COP-23

Ketika masyarakat membutuhkan daging sapi segar pada awal Januari misalnya, feedloter belum ‎tentu mau untuk memotong sapi bakalan mereka karena masih dalam tahap penggemukan. Didiek mengatakan kemungkinan sapi tersebut bisa dipotong sekitar bulan Januari.

Delay ini ya pasti akan berdampak juga pada ketersediaan daging di pasaran. Jadi selain stok sedikit, waktu penggemukan juga mundur kan,” tutup Didiek.

loading...
loading...