Kemendag Diimbau Perluas Lahan Tebu Hingga 750 Ribu Hektare

Pertanianku – Kementerian Perdagangan diimbau oleh Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) untuk meningkatkan luas lahan tebu menjadi 750 hektare. Luas tanah sebelumnya hanya sekitar 470 ribu hektare. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan swasembada gula tanah air.

Kemendag Diimbau Perluas Lahan Tebu Hingga 750 Ribu Hektare

“Tadi bicara dengan Pak Menteri, bagaimana gula kita bisa punya daya saing, salah satunya memperluas tanaman tebu menjadi 750 ribu hektare. Kami mengajak bagaimana pemerintah bisa hadir melindungi konsumen, petani, dan ketahanan pangan nasional,” kata Ketua Umum Dewan Pembina APTRI HM Arum Sabil, seperti dikutip Republika (30/9).

Arum mengatakan dengan perluasan areal tanaman tebu, produksi tebu dengan varietas unggul juga dapat ditingkatkan dari 75 ton menjadi 100 ton per hektare dan penambahan rendemen dari rata-rata 7,5% menjadi 10%. Dengan perluasan area 750 ribu hektare, hasil produksi gula bisa mencapai 7,5 juta ton dengan rendemen 10% dari 75 juta ton tebu.

Arum mengatakan jika nilai investasi untuk perluasan lahan mencapai Rp12 triliun, sedangkan untuk penambahan kapasitas terpasang pabrik gula dari 245.900 TCD menjadi 700 ribu TCD berkisar Rp15 triliun—Rp20 triliun. Menurut dia, peluasan lahan tidak memerlukan pembangunan pabrik baru, tetapi peningkatan kapasitas terpasang dengan merevitalisasi pabrik yang ada.

“Kita hanya perlu menambah lahan untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu dan meningkatkan rendemen. Efisien bukan hanya pabrik direvitalisasi untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga potensi loss bisa diminimalisasi,” tutur Arum.

Arum menambahkan jika pemerintah dan petani tebu bersama-sama meningkatkan produksi, Indonesia dapat mewujudkan swasembada gula pada 2020 mendatang. Produksi gula yang berdaya saing selain mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional, mengatasi persoalan impor gula, juga menggerakkan ekonomi masyarakat pedesaan bermata pencaharian sebagai petani tebu.

loading...
loading...