Kemendag: Impor Sapi Harus Dihentikan

Pertanianku – Kementerian Perdagangan dalam hal ini Menteri Perdagangan (Kemendag) Enggartiasto Lukita mengevaluasi wacana pemerintah untuk melakukan impor sapi. Menurut Kemendag, jumlah sapi lokal di setiap daerah dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia.

Kemendag: Impor Sapi Harus Dihentikan

Dewan Penasehat Jaringan Pendamping Kebijakan Pemerintah (JPKP) Sumut, Brigjen. Pol. (Purn.) Victor Edison Simanjuntak, mengungkapkan, impor sapi yang diwacanakan pemerintah pusat hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumen untuk jangka pendek.

“Untuk jangka pendek boleh. Tapi ini tidak bisa dilakukan terus-menerus, karena bisa melemahkan ketahanan pangan dalam negeri,” jelas Victor, sebagaimana dikutip Okezone (20/10).

Victor Edison Simanjuntak menilai, salah satu alasan wacana impor sapi itu disebabkan oleh kualitas daging sapi lokal yang tidak baik, berpenyakit, dan harganya mahal. Dia pun menyesalkan alasan itu, karena tidak mendasar.

“Bagaimana bisa kita menjelek-jelekkan kualitas daging sapi kita sendiri. Lagi pula, alasan itu tak jelas, karena memang kualitas daging sapi tak jauh beda dengan sapi impor itu,” paparnya.

Victor menambahkan, seharusnya pemerintah menyediakan pasar yang seluas-luasnya untuk memasarkan sapi lokal tersebut dan memotong mata rantai para tengkulak yang menyebabkan harga sapi lokal mahal.

“Supaya daya beli konsumen meningkat dan harganya bisa turun, mata rantai para tengkulak harus benar-benar bisa dipotong. Supaya harga jual daging sapinya bisa turun dan pasar daging sapi lokal bisa kembali bergairah,” ucap Victor.

Hal senada diungkapkan pemilik usaha peternakan sapi Sampali Farm, Diky Satria, di Medan. Menurutnya, impor sapi hanya akan menguntungkan pengusaha besar, khususnya importir sapi. Wacana kebijakan impor sapi itu harus dievaluasi. Menurut Diky sejauh ini peternak sapi tidak mendapatkan akses pasar yang baik. Penjualan daging sapi hanya meningkat saat perayaan Idul Fitri.

“Stok sapi kita itu banyak. Di Desa Sampali saja jumlahnya ada 5.000 ekor milik peternak sapi dan milik masyarakat. Saya rasa itu cukup. Jadi, siapa bilang sapi kita tidak cukup,” tegas Diky.

Diky menambahkan, sapi lokal harus dikembangbiakkan dan membuka akses pasar daging sapi lokal yang seluas-luasnya untuk meminimalisir peredaran daging sapi impor.

“Jadi, pemerintah pusat tidak perlu mengeluarkan kebijakan impor sapi itu. Lebih baik, pasar sapi kitalah diluaskan dan kembangbiak sapi lokal diperbanyak,” tutup Diky saat membuka peternakan sapi di Desa Sampali, Percut Sei Tuan, Deliserdang.

loading...
loading...