Kementan: Produksi Cabai RI Surplus 5.000 Ton


Pertanianku – Produksi cabai dalam negeri selama Januari 2017 surplus atau mengalami kelebihan sebanyak 5.000 ton. Hal tersebut diperkirakan oleh Kementerian Pertanian. Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono mengatakan saat melakukan panen cabai rawit varietas Mhanu di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur mengatakan pada Januari produksi cabai diperkirakan sebanyak 73 ribu ton, sedangkan kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 68 ribu ton.

“Dengan begitu, selama Januari ini produksi cabai surplus sebanyak 5.000 ton. Untuk Januari, ini prognosa saya, sebenarnya surplus,” jelas Spudnik, seperti dilansir Republika (12/1/2017).

Spudnik mengungkapkan sebenarnya konsumsi cabai per kapita masyarakat Indonesia sangat kecil, yakni sekitar 1,26 kilogram per kapita per tahun atau hanya 0,105 kilogram per kapita per bulan. “Kalau dibagi per hari, hanya 35 gram (per kapita). Artinya kan tidak perlu terlalu panik,” lanjutnya.

Dirjen menegaskan setelah melakukan peninjauan ke sejumlah daerah sentra produksi cabai di tanah air dapat dipastikan bahwa ketersediaan komoditas tersebut cukup terjamin. Dia mencontohkan di Kediri saat ini terhadap areal pertanaman cabai seluas 5.000 hektare (ha) begitu juga di Banyuwangi sekitar 4.500 ha, serta Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.

Menurutnya, seharusnya masyarakat tidak perlu terlalu bergantung pada cabai rawit yang saat ini harganya melambung tinggi karena masih ada cabai merah besar dan cabai keriting yang harganya lebih murah. Pada kesempatan itu Dirjen Hortikultura meminta Bulog Sub Divisi Regional Malang dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk mengirim cabai rawit ke Jakarta sebagai upaya untuk menekan harga cabai di ibu kota yang masih tinggi.

Spudnik mengungkapkan bahwa petani cabai rawit di desa tersebut bersedia menjual hasil panenya sebesar Rp35.000 per kg. Harga ini jauh lebih murah dari yang biasa dipatok para petani, yaitu Rp80.000 per kg. Dengan harga yang cukup murah dari tingkat petani, Bulog bisa mendistribusikan cabai rawit dengan maksimal seharga Rp50.000 per kg. Dengan demikian, hal ini diharapkan bisa menekan harga cabai yang saat ini masih bergejolak.

Baca Juga:  Siap-siap Rempah Indonesia Akan Berjaya Lagi
loading...
loading...